Greaters, pastinya kamu sudah tidak asing lagi mendengar kata anekdot dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Kali ini kita akan membahas tentang anekdot. Mungkin sebagian dari kamu masih belum mengerti atau mendengar tentang anekdot. Yuk, kita mulai pembahasannya.

Pengertian Anekdot

Anekdot adalah teks yang berbentuk cerita, di mana di dalamnya mengandung humor sekaligus kritik. Kritik yang ada pada anekdot seringkali bersumber dari kisah-kisah faktual dengan tokoh nyata terkenal. Akan tetapi, terdapat pula tujuan lain di balik cerita lucunya itu, yakni berupa pesan yang diharapkan bisa memberikan pelajaran kepada khalayak.

Fungsi, Struktur, dan Kaidah Anekdot

1. Fungsi Anekdot

Anekdot berfungsi untuk menyampaikan sebuah cerita baik fiksi ataupun nonfiksi sehingga pembaca seolah-olah menyaksikan peristiwa yang diceritakan itu. Hanya saja jika dibandingkan dengan teks cerita lainnya, anekdot memiliki unsur khusus yakni mengandung unsur lucu atau humor.

2. Struktur Anekdot

Struktur anekdot sendiri dibentuk oleh bagian-bagian seperti berikut abstraksi, orientasi, krisis, reaksi dan koda. Berikut penjelasan struktur pada anekdot:

  • Abstraksi merupakan pendahuluan yang menyatakan latar belakang atau gambaran umum tentang isi suatu teks.
  • Orientasi merupakan bagian cerita yang mengarah pada terjadinya sebuah krisis konflik atau peristiwa utama bagian inilah yang menjadi penyebab timbulnya krisis.
  • Krisis atau komplikasi merupakan bagian dari inti peristiwa suatu anekdot pada bagian itulah adanya kekonyolan yang menggelitik dan mengundang tawa.
  • Reaksi merupakan tanggapan atau respon atas krisis yang dinyatakan sebelumnya reaksi yang dimaksud dapat berupa sikap mencela atau menertawakan.
  • Koda merupakan penutup atau kesimpulan sebagai pertanda berakhirnya cerita di dalamnya dapat berupa persetujuan komentar ataupun penjelasan atas maksud dari cerita yang dipaparkan sebelumnya bagian ini biasanya ditandai oleh kata-kata seperti itulah, akhirnya, demikianlah keberadaan kode bersifat optional bisa ada ataupun tidak ada.

3. Kaidah Anekdot

Anekdot tergolong ke dalam teks bergenre cerita berdasarkan hal tersebut secara kebahasaan. Anekdot memiliki karakteristik banyak menggunakan kalimat langsung ataupun tidak langsung banyak menggunakan nama tokoh orang ketiga tunggal banyak menggunakan keterangan waktu banyak menggunakan kata kerja material banyak menggunakan kata penghubung banyak pula menggunakan konjungsi penerang atau penjelas.

Perbandingan Anekdot

Berdasarkan fungsinya teks anekdot sama-sama termasuk ke dalam teks berbentuk cerita seperti halnya cerita pendek cerita ulang dan novel di dalamnya mengandung unsur-unsur narrative seperti tokoh alur dan latar

Menulis Anekdot

Penulis yang baik adalah penulis yang dapat menjadikan sesuatu yang sederhana, tidak begitu berarti menjadi sesuatu karya yang menarik dan bermanfaat bagi pembacanya ide-ide penulisannya baik itu dalam bentuk anekdot cerpen teks eksplanasi serta jenis teks lainnya cukup digali dari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada kesehariannya selain mudah diperoleh ide-ide semacam itu mudah dikenali sehingga mudah untuk dikembangkan.

Contoh Teks Anekdot

Fakta Hukum di Indonesia

"Semestinya hukum di Indonesia sebagaimana yang telah diatur pada Undang-undang sudah secara tegas mengatur hukuman untuk para pelaku tindak kejahatan. Akan tetapi, faktanya kerapkali terjadi ketidakadilan hukum yang dapat merugikan banyak orang. Hukum bisa saja tegas, namun menjadi mendadak tumpul ketika dihadapkan dengan koruptor, itulah terjadi saat ini. Bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia menerima hukuman yang tingkatannya masih terbilang ringan, bahkan ada koruptor yang mendapatkan tunjangan fasilitas mewah padahal sudah dianggap merugikan negara".

"Seringkali kita melihat berita bahwa seorang maling, pencopet dan penjambret dihajar masa hingga tewas. Namun, belum pernah kita mengetahui koruptor di Indonesia dikeroyok masa sampai tewas. Hukum di Indonesia itu bisa dibilang hanya tegas dihadapan rakyat kecil. Contohnya kasus yang pernah menimpa Nenek Asyani. Kasusnya hanya karena diduga mencuri kayu, ia terancam dengan hukuman selama lima tahun penjara. Sungguh ironis dan tidak adil memang, apabila dibandingkan dengan hukuman yang akan diterima oleh koruptor".

Nah Greaters, itu tadi penjelasan tentang materi pelajaran anekdot yang bisa kamu pelajari. Semoga bermanfaat!

Baca juga Memahami Jalan Hidup Manusia dan Tuhannya