Greaters sekalian pasti sudah tidak asing lagi dengan drama. Salah satu seni peran ini memiliki keunikan dan perbedaan dengan sebuah film. Nah, jika tertarik untuk mendalaminya, kamu bisa membaca penjelasannya berikut ini. Yuk, kita bahas satu persatu mulai dari pengertian drama, jenis, dan masih banyak lainnya.

Pengertian Drama 

Kata “Drama” berasal dari kata “Dramoi” yang merupakan bahasa Yunani berarti menirukan. Menurut Aristoteles, menyebutkan bahwa drama adalah tiruan manusia dalam gerak-gerik. Drama disebut juga sebagai sandiwara. Kata ini berasal dari bahasa Jawa yaitu sandi berarti tersembunyi dan wara berarti ajaran. Sandiwara berarti suatu ajaran yang tersembunyi dalam tingkah laku dan percakapan. Di Indonesia sendiri, pertunjukan semacam drama mempunyai istilah yang berbeda-beda seperti; wayang orang, ketoprak (Jawa Tengah), ludruk (Jawa Timur), Lenong (Betawi dan Jawa Barat), dan beberapa daerah lainnya.

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa :

  1. Komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (acting) atau dialog yang dipentaskan.
  2. Cerita/kisah yang yang melibatkan konflik atau emosi yang khusus disusun untuk pertunjukan teater.
  3. Kejadian yang menyedihkan.

Dari ketiga pernyataan di atas, dapat diartikan sebagai berikut: 

  1. Drama adalah suatu cerita atau karangan yang dipertunjukkan dengan perbuatan atau percakapan di atas pentas.
  2. Drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku/acting atau dialog yang dipentaskan.
  3. Drama adalah suatu bentuk cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik dan emosi khusus untuk pertunjukan teater.
  4. Drama adalah suatu karya sastra yang melukiskan watak dan kehidupan manusia lewat gerak dan dialog yang dipentaskan. 
  5. Drama adalah tiruan kehidupan manusia yang diproyeksikan di atas pentas.

Hal-hal Pendukung Pementasan Drama


Sumber: Shutterstock

Sebuah drama dikatakan berhasil jika ia didukung oleh hal-hal penting di dalamnya. Berikut hal-hal yang menjadi pendukung keberhasilan sebuah drama dipentaskan:

  1. Rangka cerita merupakan rangkaian cerita atau peristiwa yang terjalin sebagai ungkapan dari gagasan pengarang naskah drama atau scenario. Diksi atau pemilihan kata agar dapat diterima pembaca, pelaku, penonton maupun dinilai dalam keindahan rangkaian dialognya.
  2. Rangkaian peristiwa atau biasa disebut alur cerita yang terdiri dari alur maju, alur balik, dan alur campuran.
  3. Penokohan atau watak karakter pelaku protagonis menampilkan nilai kebaikan dan pelaku antagonis menampilkan watak yang bertentangan dengan nilai kebaikan.
  4. Property perlengkapan kostum dan tempat pertunjukan meliputi tata panggung, tata lampu, musik, dan nyanyian-nyaian atau ilustrasi pendukung.
  5. Penonton atau audiens sebagai penikmat pertunjukkan

Memerankan Pelaku yang Terdapat di dalam Naskah Drama.

Acting adalah peragaan ,penampilan suatu tokoh yang menyebabkan penonton dapat tersangkut pada imajinasi yang di bangun oleh aktor. Menurut Usmar Ismail, seni berperan adalah seni menafsirkan bukan seni mencipta, namun seorang pemain menafsirkan secara kreatif kehidupan dalam segala bagian dan seginya dengan mempergunakan peralatan tubuhnya, peralatan pikirannya serta peralatan perasaannya.

Modal aktor adalah tubuh dan vokalnya. Tubuh melakukan berbagai gerak dan suara atau vocal untuk menciptakan berbagai macam dialog. Semua itu harus selaras dalam memberi gambaran seorang tokoh yang dibawakannya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memerankan tokoh atau pelaku yaitu:

  1. Interpretasi naskah
    Bersama dengan sutradara, aktor menginterpretasi naskah drama dengan sasaran yang dicari adalah bahan dramatiknya seperti ide dasar cerita, tema, plot, ucapan-capan yang mendukung tema, watak-watak para pelaku.
  2. Movement
    Movement adalah gerakan aktor untuk melakukan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Hal itu terjadi sebagai akibat tuntunan bermacam-macam motivasi, baik motivasi perwatakan maupun motivasi teknik permainan. Hal ini berguna untuk menciptakan gambaran di atas panggung yang dinamis sehingga dapat memikat penonton.
  3. Business
    Business adalah kesibukan kecil untuk menghidupkan suasana perasaan. Misalnya, orang berpikir keras terus-menerus, merokok. Kegiatan terus-menerus dan merokok merupakan bagian dari business.
  4. Blocking atau regrouping
    Blocking atau pengelompokkan terjadi karena suasana dan perasaan yang tersimpan dalam adegan. Pengelompokan ini berubah–ubah sesuai dengan keadaan tujuan dari blocking agar memudahkan penonton untuk mengikuti jalannya cerita.  
  5. Gesture atau gerakan tangan
    Seorang aktor biasanya merencanakan gerakan tangan, bila ia merasakan sesuatu dengan kuat dan meleburkan dirinya ke dalam watak peran tersebut. Hal ini otomatis akan menggerakkan tangannya secara ekspresif. 
  6. Ekspresi wajah
    Mata merupakan pusat ekspresi. Perasaan marah, cinta, benci, susah, dan gembira akan terpancar lewat mata. Meskipun gerakan tubu sudah bagus, suara tepat, diksi pun kena tetapi ekspresi matanya kosong, maka dialog yang diucapkan kurang meyakinkan penonton.
  7. Keterampilan kaki
    Bagi aktor, kaki harus membuat aktor bermain lebih hidup. Bukan sebaliknya, untuk menghidupkan acting. Patokan yang sering digunakan biasanya pada posisi jari kaki mengikuti arah hidung. 

Macam-Macam Drama

Drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku atau dialog yang dipentaskan. Drama memiliki jenis-jenisnya untuk dipertunjukkan. Adapun macam-macam Drama sebagai berikut:

  1. Drama absurd
    Drama gila-gilaan yang mangabaikan atau melanggar struktur semantik.
  2. Drama baca
    Drama yang hanya cocok untuk dibaca, bukan untuk dipentaskan. 
  3. Drama borjuis
    Drama yang bertemakan kehidupan kaum bangsawan mulai dari abad ke 18.
  4. Drama domestik
    Drama yang menceritakan kehidupan rakyat biasa.
  5. Drama duka
    Drama yang khusus menggambarkan kejatuhan atau keruntuhan tokoh utama atau drama yang berakhir dengan kesedihan.
  6. Drama dukaria
    Drama yang alur sebenarnya lebih cocok untuk drama duka, tetapi  berakhir dengan kebahagiaan.
  7. Drama heroik
    Drama yang merupakan peniruan bentuk tragedi dan selalu bertemakan cinta dan nama baik.
  8. Drama misteri
    Drama keagamaan yang berisi cerita-cerita dari alkitab.
  9. Drama liris
    Drama yang berbentuk puisi.
  10. Drama moralis
    Drama keagamaan yang bersifat alegori dan berisi konflik atau kebijakan dan kejahatan.
  11. Drama rakyat
    Drama yang timbul dan berkembang sesuai dengan festival- festival rakyat yang ada, terutama dipedesaan.
  12. Drama realis
    Drama yang ditulis dengan konsep-konsep aliran realisme dalam teater.
  13. Drama ria
    Drama ringan yang sifatnya menghibur walaupun seloro dalamnya  dapat bersifat menyindir.
  14. Drama rumah
    Drama yang menggambarkan kehidupan rumah tangga yang realistik.
  15. Drama satire
    Drama yang berisi sindiran, umumnya bersifat komedi.
  16. Drama tari
    Drama yang dilakonkan dengan tari-tarian.
  17. Drama tendens
    Drama yang berisi masalah sosial, seperti kepincangan yang terjadi di masyarakat.

Nah Greaters, itu tadi pembahasan tentang isi dari sebuah drama hingga bisa dipentaskan dan dapat disaksikan oleh para penontonnya. Jika kamu tertarik, mulai sekarang bisa dipelajari. Semoga bermanfaat!

Sumber gambar utama: Shutterstock

Baca juga Yuk, Belajar Menulis Dialog, Bahasa Indonesia Kelas 7