Greaters, bagi kamu yang sangat tertarik untuk menulis dialog percakapan, baik sebuah cerita atau mungkin kamu tertarik menulis dialog skrip, kamu harus perhatikan hal-hal pentingnya. Yuk, kita bahas lebih jelas, pengertian, cara, dan apa saja yang dibutuhkan dalam membuat sebuah dialog.

Pengertian Dialog

Dialog adalah percakapan antara dua orang atau lebih. Menulis dialog harus memerhatikan isi cerita dan perannya. Isi cerita disini tentunya harus disesuaikan dengan tema. Berilah sebuah permasalahan atau biasa disebut konflik pada cerita yang akan dibuat. Konflik dapat bersifat batin yang erat sekali dengan perasaan atau bertentangan dengan seorang tokoh satu dan lainnya. Pemilihan bahasa yang digunakan pada saat dialog harus disesuaikan dengan situasi, misalnya dialog pada situasi formal harus menggunakan bahasa baku, sedangkan situasi non formal dapat menggunakan bahasa sehari-hari.

Cara Menyusun Dialog


Sumber: Shutterstock

Cara atau langkah dalam membuatnya harus kamu perhatikan. Mengingat, kesalahan dan ide yang harusnya dapat digambarkan dengan jelas akan terasa abstrak. Nah Greaters, berikut langkah-langkah dalam menyusun dialog sederhana seperti berikut ini:

  • Menentukan tema pembicaraan.
  • Menentukan tokoh yang ikut terlibat dialog tersebut.
  • Menentukan posisi atau peran masing-masing tokoh.
  • Membuat garis besar materi pembicaraan.
  • Menyusun dialog berdasarkan garis besar pembicaraan.
  • Memperlihatkan kaidah penulisan dialog dengan benar.

Menulis Dialog Sederhana

Sebelum menyusun dialog, kita perlu memperhatikan gaya penulisan dialog atau ejaan. Ejaan merupakan kaidah cara menggambarkan bumi dalam bentuk tulisan atau huruf serta penggunaan tanda baca.

Ejaan

a. Penggunaan tanda petik (“….”)

Tanda petik (“….”) digunakan untuk mengapit petikan langsung dari pembicaran. Kedua tanda petik ditulis sama tinggi di atas baris.

Contoh:

  1. "Kaleng cat bekas jangan dibuang!” kata ibu.
  2. "Untuk apa, Bu?” tanya Erma.

Kedua kalimat tersebut disebut kalimat langsung. Kalimat langsung dapat diubah menjadi kalimat tidak langsung, namun perubahan itu tidak mengubah arti kalimat itu.

Contoh:

  1. "Ibu mengatakan bahwa kaleng cat bekas jangan dibuang."
  2. "Erma bertanya kepada Ibu, untuk apa."

b. Kata hubung “dengan” untuk menyatakan keterangan alat

Kata hubung pastinya harus ada pada setiap dialog agar memudahkan pembacanya memahami maksud dari sebuah dialog.

Contoh:

  1. Pak tani mengolah tanah dengan cangkul.
  2. Bu Endang memotong sayur dengan pisau.

c. Kata hubung “karena” untuk menyatakan sebab.

Selain itu, kata hubung juga digunakan sebagai kata bantu untuk menyatakan sebab

Contoh:

  1. Tanaman layu karena tidak disiram.
  2. Pak tani gagal panen karena diserang hama.

d.  Tanda baca (…)

Tanda baca (…) memiliki makna sebagai berikut:

Menunjukkan singkatan

Contoh:

  1. Saya ingin menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR).
  2. Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) berada di Jakarta.

Contoh:

  1. Saya pulang dari rumah sakit menjelang subuh (pagi hari).
  2. Saya bangun dini hari (pukul 03.00).

Contoh:

  1. Satu bulan penuh (tanggal 1 sampai tanggal 30) saya berlatih terus.

Syarat Dialog

Untuk dapat mengadakan dialog yang mendatangkan hasil, orang-orang yang mengadakan sebaiknya :

  • Mengerti benar makna dan maksud serta tujuan dialog dan memiliki kecakapan untuk melaksanakannya.
  • Mempunyai pendidikan dan pengetahuan yang setaraf mengenai topik yang dijadikan bahan dialog.
  • Mempunyai kehendak baik untuk mencari kebenaran. Karena itu dalam mendengarkan sebaiknya bersikap terbuka, tidak memihak dan tidak berprasangka.
  • Menciptakan suasana damai dan tenang, jauh dari emosi dan rasa superior. Menyampaikan gagasan dengan jelas, dan boleh dengan semangat, tetapi dengan nada enak dan bijak.
  • Dalam keseluruhan dialog hendaknya bersikap jujur, tulus, tidak manipulatif, mencarai-cari kelemahan rekan dialog, dan percaya bahwa hal-hal yang dibahas dalam dialog tidak dimanfaatkan di luar dialog untuk tujuan-tujuan lain demi keuntungan diri.

Nah Greaters, itu tadi pembahasan mengenai langkah-langkah, pengertian, hingga syarat yang harus kamu penuhi untuk membuat sebuah dialog. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah dialog yang menarik dan berkualitas untuk dibaca oleh siapapun. Semoga bermanfaat!

Sumber gambar utama: Shuttterstock

Baca juga Mengenal Pengertian Penjara Mental Melalui Contoh