Hai greaters, cerpen atau singkatan dari cerita pendek adalah cerita yang bersifat fiksi dan ditulis dengan sederhana. Mengapa disebut sederhana karena biasanya cerpen hanya berisi antara 500 hingga 20.000 kata saja. Dalam cerpen, seorang penulis menceritakan suatu kisah dengan singkat karena biasanya cerpen hanya memiliki satu permasalah dan tokoh yang tidak begitu banyak dalam ceritanya. Tema dalam cerpen juga biasanya mengambil permasalahan yang ada di masyarakat, dari percintaan, kehidupan sosial, budaya, bahkan cerpen yang berisi kritikan.

Jadi kita juga dapat mencurahkan pikiran dan isi hati kita melalui cerpen. Berikut adalah tata cara singkat untuk membuat cerpen:

1. Pikirkan Tema dan Topik

Tema dan topik adalah langkah awal membuat cerpen. Di sini, kamu bisa memilih jenis cerita yang sesuai dengan keinginanmu seperti drama percintaan, horor, laga aksi, dan masih banyak lainnya. Misalnya kamu ingin menulis cerita tentang seorang anak yang berjuang untuk pergi ke sekolah, berarti tema yang kalian bahas tentang pendidikan atau tentang penjuangan hidup seseorang.

2. Tentukan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Unsur intrisik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam karya itu sendiri. Yang termasuk ke dalam unsur intrinsik adalah tema, alur, latar, sudut pandang, penokohan, amanat, dan gaya bahasa. Sebelum kita membuat cerpen membuat kerangka unsur intrinsik sangatlah penting, agar kita mempunyai landasan dan tidak binggung dalam menulis cerpen nantinya. Jadi pada saat kita menulis cerpen nanti kita harus merujuk pada unsur intrinsik yang telah kita buat sebelumnya. Selain itu, kamu juga harus menyisipkan pesan moral atau nilai-nilai pada sebuah cerita pendek. Hal ini yang disebut dengan unsur ekstrinsik.

3. Memilih Jenis Alur Cerita

Setelah membuat unsur intrinsik dan ekstrinsik secara lengkap. Mulailah berimajinasi dengan membuat tahapan alur. Tahapan alur di sini juga membantu kita agar tidak binggung dalam memilih jalannya cerita pada saat menulis cerpen nantinya. Tahapan alur meliputi:

  • Tahap pengenalan, pada tahap ini dimulainya cerita, anda dapat membuat awalan dengan memperkenalkan tokoh, suasana, atau latar.
  • Tahap pemunculan konflik, disini anda dapat membuat permasalahan apa yang menyebabkan munculnya konflik, atau awal mula permasalahan.
  • Tahap konflik, pada tahap ini permasalahan terjadi. Anda dapat membuat konflik terjadi pada dalam diri tokoh itu sendiri atau yang sering disebut dengan konflik batin, atau anda juga dapat membuat tokoh memiliki masalah atau berkonflik dengan lingkungan sekitarnya atau dengan tokoh lain.
  • Tahap klimaks, pada tahap ini konflik memuncak. Atau anda dapat membuat permasalah tokoh sedang terjadi pada puncaknya.
  • Tahap antiklimaks atau disebut juga sebagai tahap konflik menurun, pada bagian ini konflik sudah mulai mereda.
  • Tahap penyelesaian, pada tahap ini konflik telah selesai dan anda dapat membuat penutup yang indah atau yang menyedihkan sesuai dengan imajinasi anda.

4. Mainkan Imajinasi

Setelah membuat unsur intrisik dan tahapan alur barulah kamu dapat membuat cerpen, gunakan imajinasimu, harus tetap fokus dengan tema dan permasalahan, jangan sampai tulisan melebar ke inti cerita. Bisa juga ditambahkan dengan dialog serta majas dalam membuat teks cerpen agar lebih menarik.

Nah Greaters, itu tadi sedikit penjelasan mengenai membuat cerpen secara mudah. Ingat jangan pernah takut untuk mencoba, keluarkan pikiran dan curahkan isi hati kalian dalam membuat cerpen. Selamat mencoba!

Sumber gambar utama: Shutterstock

Baca juga 4 Tips Mengendalikan Emosi yang Datang Tiba-Tiba