Greaters, kalian merasa tidak jika sekarang semua kehidupan kita selalu dipermudah dengan beragam aplikasi yang ada? Mulai dari transportasi, membeli makan, hingga perawatan kecantikan. Semua serba praktis hanya dengan satu klik di aplikasi. Aplikasi yang ada pun berlomba-lomba untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pada penggunaannya. Umumnya pengalaman yang didapat akan mudah ditemukan melalui tampilan pesan yang muncul pada aplikasi. Pesan tersebut disampaikan oleh seorang UX Writer. Hmm UX Writer? Apakah memiliki kesamaan dengan Content Strategy? 

Dilansir dari UXPlanet.com, menurut Emily Stevens, UX Writer bertanggung jawab untuk merancang semua teks yang akan ditemui pengguna saat menggunakan suatu produk. Baik itu produk di situs website, aplikasi seluler, atau perangkat lunak lainnya. Teks yang tampil akan memandu pengguna dalam menyelesaikan tindakan yang diinginkan. Teks yang tampil pun memiliki ketentuan, yakni harus jelas, ringkas, dan konsisten.

UX Writer harus memastikan kata-kata yang ada di sebuah produk digital tidak membingungkan pengguna. Mereka harus berorientasi pada produk. Pekerjaan ini mungkin terlihat mudah, namun dibalik itu semua ada proses kreatif yang harus dilakukan. 

Perbedaan UX Writing dengan tugas Writing lainnya ialah, di mana dalam UX Writing, membutuhkan empati dan pikiran kreatif dalam penyusunan teksnya. Karena berkaitan langsung dengan perangkat lunak, maka UX Writing harus sangat ringkas dan dapat mengkomunikasikan banyak makna saat bersamaan. Sehingga tanpa disadari pengguna, teks yang dibuat akan mengarahkan pengguna dalam menggunakan sebuah produk dengan sangat baik. 

Untuk menghasilkan UX Writing yang bagus, seorang writer terlebih dahulu harus paham background produk digital tersebut, seperti objek yang dituju, target audience, key message, dan research product. Biasanya setelah semua hal tersebut dipahami maka akan dibuat sebuah creative brief, kemudian didiskusikan bersama dengan Product Manager, Product Designer, dan UX Designer untuk menyinkronkan dengan visual yang akan tampil.

Menjadi seorang UX Writer membutuhkan skill yang mumpuni. Meski skill tersebut dapat selalu diasah, beriringan dengan pengalaman kita. Setidaknya pekerjaan ini membutuhkan keahlian menulis yang baik. Kemudian, punya kemauan untuk mempelajari proses desain UX. Tak hanya hard skill, soft skill yang minimum dimiliki seorang UX Writer ialah memiliki rasa penasaran yang besar dan mampu mengidentifikasi manfaat dari produk.

Seiring berkembangnya produk dalam bentuk aplikasi dan situs, maka proses UX Writer juga semakin berkembang. Untuk mengasah kemampuan UX Writing, cobalah untuk mengasah kemampuan yang dibutuhkan.

Kamu bisa mencoba workshop “Sehari Belajar UX Writing” bersama Puji Utami, seorang UX Writer PegiPegi. Dalam workshop ini kamu akan belajar tentang siapa UX Writer dan bagaimana peranannya dalam sebuah Produk? Kemudian akan belajar bagaimana proses kerja UX Writing, Skill set yang harus dimiliki oleh seorang UX Writer, dan praktek langsung dengan studi kasus. Menarik bukan? Daftar sekarang melalui link ini https://greatedu.co.id/greatevent/267. Jangan lupa gunakan kode voucher PAKEGREATEDU untuk mendapatkan potongan diskon tiket Rp.40.000. Info lebih lanjut hubungi : 0813-1872-1470.

Sumber gambar utama : shopify