Ujian sekolah berbasis nasional (USBN) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, termasuk enam kecamatannya adalah wilayah yang berbatasan dengan Malaysia akan diikuti oleh ribuan pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, saat ditemui ANTARA di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Senin menjelaskan, untuk untuk USBN tingkat SD akan diikuti sebanyak 5.000 pelajar dari 75 sekolah penyelenggara, di 23 sub rayon.

Sedangkan untuk tingkat SMP diikuti sebanyak 4.388 siswa terdiri atas 2.332 peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan 2.056 siswa yang mengikuti Ujian nasional kertas pensil (UNKP).

Ia mengatakan mengatakan pelaksanaan UN akan dilaksanakan secara bersamaan yaitu pada 22 - 25 April 2019.

"Untuk UN SD dan SMP diselenggarakan secara bersamaan karena memang pada bulan Mei sudah masuk bulan puasa Ramadhan," katanya.

Baca juga: Praktisi Pendidikan: Semua Guru Harus Miliki Wawasan Perundungan

Dikemukakannya bahwa dari sebanyak 116 sekolah tingkat SMP/MTS (madrasah tsanawiyah) yang mengikuti UN, 76 di antaranya belum bisa melaksanakan UNBK.

Ia mengakui di Kapuas Hulu memang belum semuanya bisa melaksanakan UNBK karena beberapa faktor, di antaranya sarana dan prasarana komputer kemudian terkait sinyal. 

"Namun dari tahun ke tahun kita terus berupaya meningkatkan sekolah yang dapat melaksanakan UNBK," katanya.

Saat ini, kata dia, masing-masing sekolah sedang mempersiapkan diri, baik itu yang akan melaksanakan UNBK maupun UNKP.

"Kita berharap pelaksanaan ujian nasional itu nantinya dapat berjalan lancar, terutama untuk sinyal dan jaringan," katanya.

Selain itu, Petrus Kusnadi juga berpesan kepada pelajar untuk mempersiapkan diri, yakni selain belajar, yang tidak kalah penting juga yaitu menjaga kesehatan dan mental.

Sumber: Antaranews.com

Gambar: radarmojokerto.jawapos.com