Greaters, siapa yang tidak tahu dengan reptil ganas terbesar di dunia yaitu buaya. Bagaimana tidak, dilansir dari Wartakotalive, pada bulan April lalu, sudah terjadi 6 serangan terhadap manusia dalam kurun waktu 2 bulan. Namun, fokus kita bukan pada serangan buaya nih Greaters. Kali ini kita akan membahas sedikit fakta unik tentang buaya.

Mungkin hampir sebagian dari Greaters, sudah tahu jika buaya merupakan binatang amfibi, di mana mereka bisa hidup di darat dan air. Buaya biasanya hidup di daerah beriklim tropis baik sungai maupun laut, tergantung dari jenis buaya. Ada lebih dari 20 jenis buaya yang tersebar di berbagai belahan dunia, namun dikerucutkan lagi menjadi jenis yang hidup di air tawar dan air asin.

Lalu, hal unik apa yang ada pada buaya?


Sumber : Grid.id

Apakah Greaters tahu, jika buaya itu bernapas dengan menggunakan paru-paru layaknya manusia? Pertanyaan yang muncul ketika kamu mendengar fakta tersebut adalah “bagaimana bisa buaya bernapas menggunakan paru-paru namun bisa hidup dan menyelam di air?”. Faktanya, ketika buaya berada di atas air dan menyelam ke dalam air, predator ini mampu bertahan hingga 2 jam lamanya.

Ketika buaya menyelam ke dalam air, hewan ini tidak bernapas di dalam air. Layaknya seperti manusia yang bernapas menggunakan paru-paru ketika akan menyelam, buaya akan bernapas terlebih dulu di atas darat dan menahannya saat menyelam. Trakea yang dimiliki buaya menjadikannya alat penghubung hidung dan paru-paru.

Buaya juga memiliki langit-langit pada bagian mulut atau palate, berguna untuk memisahkan saluran makan dengan pernapasan. Langit-langit ini juga berfungsi sebagai pelindung masuknya udara atau air sehingga buaya mampu bernafas sambil makan atau berenang dengan mulut yang terbuka tanpa khawatir air akan masuk.

Bagaimana buaya dapat bertahan hidup di dua alam?


Sumber : ABC

Proses sirkulasi pada nafas buaya saat menyelam sama halnya dengan manusia, di mana arah ekor yang dituju oleh udara lalu masuk ke paru-paru. Sebaliknya saat membuang napas, diafragma bergerak menuju kepala dan mendorong udara udara untuk keluar. Aliran udara yang dimiliki hewan ini searah seperti cara bernapas burung.

Namun, buaya tidak memiliki tempat penyimpanan atau kantung udara seperti burung. Udara yang keluar masuk ke dalam paru-paru harus melewati beberapa bronkus, sehingga oksigen yang masuk dan disimpan akan lebih banyak saat buaya menyelam. Pada jenis buaya tertentu seperti buaya muara, jenis ini mampu membuat jantungnya berdetak hanya setiap 40 detik saat menyelam ke dalam air.

Kondisi ini tidak memerlukan pembakaran energi sehingga buaya dapat bertahan dalam perjalanan melintasi samudera berbulan-bulan tanpa makanan. Selain itu, hewan ini mampu memperlambat metabolisme tubuh dan mengatur energi untuk bertahan tanpa makan. Tidak heran, hewan ini bisa hidup hingga umur 70 tahun.

Nah Greaters, terjawab sudah kan rasa penasaran kamu tentang buaya yang mampu hidup di dua alam dengan sistem pernapasan paru-paru. Faktanya, buaya hanya menahan napas ketika menyelam ke dalam air dengan rentang waktu yang cukup lama. Hal ini menjadikan buaya merupakan salah satu hewan yang unik walau ganas.

Sumber gambar utama : Florida Museum

Baca juga Belajar Mencari Gagasan Utama Paragraf