Siapa yang pernah jatuh kemudian terluka? Nah, biasanya sebelum diobati, harus memakai zat pencuci luka terlebih dahulu agar tidak terjadi infeksi nantinya. Apakah kalian tahu bahwa salah satu kandungan pada obat pencuci luka tersebut mengandung senyawa yang memiliki gugus fungsi OH? Berikut ini penjelasannya.

Alkohol

Alkohol adalah senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal. Struktur alkohol adalah R—OH dengan R adalah alkil dan —OH adalah gugus hidroksil. Berdasarkan posisi atom karbon yang mengikat gugus hidroksil dalam senyawa alkohol, maka alkohol dikelompokkan ke dalam tiga jenis, yaitu:

  • Alkohol primer (1°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (—OH) yang terikat pada atom karbon primer. Atom karbon primer adalah atom karbon yang hanya mengikat satu atom karbon lain.
  • Alkohol sekunder (2°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (—OH) yang terikat pada atom karbon sekunder. Atom karbon sekunder mengikat dua atom karbon lain.
  • Alkohol tersier (3°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (—OH) yang terikat pada atom karbon tersier. Atom karbon tersier mengikat tiga atom karbon lain.

Tata Nama

Ada dua cara dalam penamaan alkohol, yaitu cara IUPAC dan trivial (nama dagang). Tata nama alkohol menurut IUPAC mirip dengan tata nama alkana karena diturunkan dari alkana, dengan akhiran –a diganti oleh –ol. Perbedaannya terletak pada penentuan rantai induk yang terpanjang. Pada alkohol, rantai induk terpanjang harus mencakup gugus hidroksil dengan nomor urut untuk gugus hidroksil terkecil. Sedangkan nama trivial, alkohol disebut alkil alkohol sehingga dalam pemberian nama alkohol selalu diawali dengan nama alkil (cabang) diikuti kata alkohol.

Contohnya:

CH3CH2OH

IUPAC: etanol, Trivial: etil alkohol

CH3CH2CH2CH(OH)CH3

2-pentanol bukan 4-pentanol

Berikut merupakan tabel tatanama alkohol secara IUPAC dan trivial:

Sumber: Sunarya, 2009: 161

Isomer

Alkohol memiliki rumus umum CnH2n+2O yang sama dengan rumus umum eter (alkoksi alkana) sehingga eter dan alkohol berisomer gugus fungsi.

Contoh:

CH3CH2OH dan CH3OCH3

Etanol dan dietil eter

Sedangkan berdasarkan posisi gugus hidroksil, hampir semua alkohol memiliki isomer isomer posisi kecuali alkohol dengan rantai pendek.

CH3CH2CH2OH dan CH3CH(OH)CH3

1-propanol dan 2-propanol

Sifat Fisika

Alkohol memiliki titik didih yang relatif tinggi dibandingkan hidrokarbon yang jumlah atom karbonnya sama. Hal ini disebabkan adanya ikatan hidrogen antarmolekul alkohol akibat gugus polar (hidroksil). Alkohol rantai pendek berupa zat cair encer, alkohol rantai sedang berupa zat cair kental, sedangkan alkohol rantai panjang berupa zat padat. Alkohol rantai pendek, jumlah atom karbon kurang dari lima, bersifat larut dalam air karena strukturnya mirip antara alkohol (R–OH) dan air (H–OH). Oleh sebab itu, semakin panjang rantai karbon dalam alkohol maka kelarutan dalam air makin berkurang.

Sifat Kimia

1. Pereaksi Lucas

Pereaksi ini merupakan larutan ZnCl2 dalam HCl pekat digunakan untuk membedakan alkohol primer, sekunder, dan tersier. Pada suhu ruang, alkohol tersier bereaksi sangat cepat membentuk alkil klorida, alkohol sekunder bereaksi dalam waktu lebih lama dari alkohol tersier serta alkohol primer bereaksi jika dipanaskan.

Baca juga Mempelajari Sulfur sebagai Unsur Periode Ketiga, Kimia Kelas 12

2. Reaksi Oksidasi

Alkohol akan teroksidasi oleh zat pengoksidasi, seperti larutan K2Cr2O7 dalam lingkungan asam. Oksidasi alkohol primer (1°) membentuk aldehid, dan jika dioksidasi lebih lanjut menjadi asam karboksilat. Oksidasi alkohol sekunder (2°) membentuk suatu keton, sedangkan alkohol tersier (3°) tidak dapat dioksidasi. Secara umum reaksi oksidasi alkohol dapat dituliskan sebagai berikut:

RCH2OH → RCOH → RCOOH

Alkohol (1°) → Aldehid → Asam karboksilat

CH3CH(CH3)OH → CH3COCH3

Alkohol (2°) → keton

Alkohol (3°) → tidak teroksidasi

3. Substitusi dengan Asam Halida (HX)

Alkohol bereaksi dengan asam halida membentuk alkil halida.

alkohol + asam halida → alkil halida + air

C2H5OH + HCl pekat → C2H5Cl + H2O

4. Pembentukan Ester

Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air.

asam karboksilat + alkohol ↔ ester + air

RCOOH + ROH ↔ RCOOR’ + H2O

5. Reaksi dengan PCl5

R – OH + PCl5 → R–Cl + HCl + POCl3

Hasil reaksi ini dapat membedakan alkohol dengan eter, bahwa dalam alkohol terbentuk HCl sedangkan pada eter tidak.

6. Reaksi dengan Logam

Alkohol bereaksi dengan logam yang reaktif, di antaranya Na dan K. reaksi ini yang membedakan alkohol dan eter karena eter tidak bereaksi dengan logam ini.

ROH + Na → RONa + ½ H2

Sintesis

Oleh karena itu, alkohol dapat dioksidasi menjadi senyawa karbonil maka alkohol dapat disintesis dari senyawa karbonil melalui reaksi reduksi atau kebalikan dari reaksi oksidasi. Reduksi senyawa karbonil melalui hidrogenasi atau dengan hidrida logam akan menghasilkan alkohol primer, sedangkan keton akan menghasilkan alkohol sekunder. Alkohol tersier tidak dapat dibuat dengan cara ini.

Kegunaan

Sumber: liputan6.com

Metanol pada suhu kamar berupa zat cair bening dan mudah menguap, biasa digunakan dalam pelarut untuk membuat polimer. Etanol biasa digunakan dalam spiritus serta obat pencuci luka.

Jadi, itu tadi penjelasan mengenai gugus —OH yang merupakan gugus alkohol dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber gambar utama: pixabay.com

Baca juga Perkembangan Politik di Masa Demokrasi Terpimpin, Sejarah Kelas 12