Judul: Second Chance

Penulis: Irfan Ramadhani


Rago, Fajar Sodiq dan Irfan Ramadhani dilahirkan ke muka bumi dengan dan tanpa ada kurang sedikit pun. Mereka tumbuh dewasa sama seperti anak-anak lain pada umumnya. Sampai pada akhirnya takdir membawa mereka pada ujian hidup yang tak semua orang mampu melewatinya. Ujian hidup yang bahkan membuat sebagian orang dengan bodohnya mengakhiri nyawa sendiri dengan berbagai macam cara. 

Bagaimana tidak, Rago yang menyukai kegiatan olah raga panjat tebing, tiba-tiba mengalami kecelakaan yang membuat dirinya merelakan tangan kanannya untuk selamanya. 

Lalu, Fajar Sodiq seorang paskibraka yang baru saja selesai melakukan latihan rutinnya, tiba-tiba dihantam oleh mobil kontainer yang membuat tubuhnya terseret kurang lebih 8 meter, dan harus menerima kenyataan bahwa tubuh bagian belakangnya harus di operasi. Tidak hanya sampai di situ, Fajar pun harus menerima kenyataan atas vonis dokter yang menyatakan bahwa ia tidak dapat lagi menggunakan bagian tubuhnya tersebut sebagai jalur ekskresi.

Dan Irfan Ramadhani seorang anggota Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) yang sedang bersemangatnya untuk mendapatkan ilmu dari organisasinya. Harus menerima kenyataan pahit. Ketika suatu hari, ia mengalami insiden terjatuh dari ketinggian 10 meter saat melakukan latihan wall climbing di kampus tempatnya belajar. Kejadian itu merenggut semangat mudanya. Vonis dokter yang menyatakan bahwa ia mengalami lumpuh total, betul-betul terdengar bagai dentuman bom atom yang dijatuhkan di kota Hiroshima-Nagasaki.

Namun, baik Rogo, Fajar, dan Irfan memahami satu hal. Bahwa di dalam keterpurukan yang mereka alami. Selalu ada orang-orang yang tulus yang selalu memberikan semangat kepada mereka. Maka demi semangat yang mereka terima. Mereka mencoba untuk melampaui batas yang membelenggu diri. Mencoba untuk lebih berarti. Mereka tidak menyerah pada keterbatasan. Bahkan. Segala keterbatasan yang membelenggu, mereka jadikan sebagai kekuatan yang tidak semua orang memilikinya.

Kini, segala kisah, segala resah dan segala payah yang mereka lalui untuk menembus batas, akan disajikan dengan renyah dan lugas. Mengajarkan bagaimana perjuangan harus melalui proses. Dan proses selalu membutuhkan waktu. Dan berbicara mengenai waktu berarti bicara tentang sebuah makna dalam sabar  bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang tak melulu bicara tentang kemenangan dan kesempurnaan. Kemenangan hakiki adalah kemenangan yang mampu diraih dengan perjuangan yang tak mudah. Dan takdir selalu menyisakan manis di setiap akhir episodenya.

Penasaran seperti apa kisah inspirasi dari Rago, Fajar, dan Irfan. Dapatkan ebooknya hanya di GreatPedia. Download aplikasi GreatEdu dan buka fitur GReatPedia.