Di belahan dadamu yang bidang

Aku menemukan mimpi tergeletak tidak berdaya

Ia mengulum air matanya sendiri

Menghabisi kekecewaannya sendiri


Ketika darah pejuang hanya berbentuk monumen yang kaku

Tak ada nilai lebih, luput dari pengorbanan

Berdiri dipandang tanpa dikenang

Takdirmu lebih tragis dari sekedar anak yatim piatu yang ditinggalkan ibu dan bapak

Ini negeri kau tak pantas kau menderita


Kau sebatang kara, hanya para dayang yang setia mengabdi padamu

Wajah-wajah cicit pejuangmu tak lagi berupa manusia

Mereka melindungi fraksi masing-masing

Saling menghunuskan satu sama lain


Darah saudara tidak sekental musim tombak

Mesiu mengambil alih, siapa punya kendali dia berdaulat sendiri

Kau! Terisolasi usai reformasi


Sumber gambar utama: Shutterstock

Baca juga Puisi: Cinta Sejati