Greaters, berbincang mengenai sejarah Eropa, hal ini selalu berkaitan dengan perkembangan sepak bola yang pesat. Ya, di negara ini banyak yang mengagumi sepak bola. Apakah kamu tahu bahwa dalam sejarahnya, Eropa juga mengalami perkembangan yang pesat? Suatu perkembangan yang dialami hampir seluruh benua Eropa. Perkembangan yang dijalani oleh bangsa eropa dapat dikatakan melingkupi seluruh kehidupan. Eropa telah mengalami beberapa peristiwa penting yang berdampak pada kehidupan umat manusia termasuk pada Negara Indonesia. Peristiwa tersebut antara lain, Merkantilisme, Renaissance, Reformasi Gereja dan Revolusi Industri. Nah, apa sebenarnya makna dari peristiwa tersebut? Simak artikel berikut ini, ya!

1. Merkantilisme

Sumber : Ngertiaja,com

Merkantilisme ialah sebuah teori ekonomi yang berpendapat bahwa kesejahteraan suatu negara hanya bisa ditentukan dari besarnya modal ataupun aset berharga yang dimiliki oleh negara tersebut dan bahwasanya besar volume perdagangan global sangatlah bernilai penting dan berharga. Teori ini menegaskan bahwa, pemerintahan sebuah negara harus meraih kesejahteraan dengan melancarkan perlindungan terhadap perekonomiannya. Dengan cara mendorong ekspor dan mengurangi impor. Merkantilisme ini lalu, mendorong pemerintah untuk menguasai daerah lain yang akan digunakan sebagai daerah monopoli perdagangannya. Politik merkantilisme menciptakan terbentuknya persekutuan dagang masyarakat Eropa seperti EIC dan VOC.

Pada dasarnya, ide pokok kelompok merkantilis ini ialah sebagai berikut :

  • Sebuah negara akan makmur dan kuat apabila ekspor lebih besar dari impor.
  • Surplus yang didapat dari selisih ekspor dan impor (ekspor netto) yang positif akan ditukar dengan logam mulia (emas dan perak).  Jadi, semakin besar ekspor netto maka akan semakin banyak pula logam mulia yang diraih dari luar negeri.
  • Saat itu logam mulia  dipakai sebagai alat pembayaran, sehingga negara yang mempunyai logam mulia yang banyak akan menjadi kuat dan makmur.
  • Logam mulia yang banyak itu bisa dipakai untuk mendanai armada perang guna memperluas perdagangan luar negeri dan penyebaran agama.
  • Pemakaian kekuatan armada perang guna memperluas perdagangan luar negeri disertai dengan kolonisasi di Amerika Latin, Afrika dan Asia.

2. Reformasi Gereja

Sumber : Ilmusosial.com

Awal mula gerakan reformasi gereja Protestan terbentuk di Jerman dengan tokoh utamanya yakni, Martin Luther. Faktor-faktor yang membawa terjadinya Reformasi Gereja ialah:

  • Terjadinya penyimpangan dalam tubuh gereja, orang jadi biarawan berniat mencari kedudukan, kekayaan dan kehidupan duniawi lainnya.
  • Gereja berperan menjadi pusat kegiatan/ monopoli Agama, Budaya, Ekonomi dan Politik.
  • Paham Humanisme memprovokasi orang semakin kritis pada ajaran agama karena mereka bisa mempelajari naskah asli Yunani Kuno.
  • Menentang Idul Genesia atau surat pengampunan dosa.

3. Renaissance

Sumber : Idsejarah.net

Renaissance atau yang disebut dengan Abad Pencerahan merupakan sebuah gerakan budaya yang sangat berpengaruh dalam kehidupan intelektual Eropa pada periode modern awal. Faktor-faktor yang membawa terjadinya Renaissance ini ialah sebagai berikut:

  • Gereja yang kuat mendominasi dalam berbagai aspek kehidupan.
  • Orang-orang Eropa banyak yang terkejut melihat ambruknya imperium Romawi Timur oleh kaum Muslimin, terutama dengan peristiwa jatuhnya Konstantinopel yang mengakibatkan penaklukan Kerajaan Turki atas Romawi Timur/Byzantium pada tahun 1453 M.

4. Revolusi Industri


Sumber : Sekelumitpandang.com

Revolusi industri telah mengubah proses dan cara kerja manusia dalam mendapatkan suatu barang. Sebelumnya, pembuatan sejumlah barang dilalui secara manual dengan hanya memakai tangan dan kaki manusia, sedangkan setelah revolusi industri, pembuatan barang-barang memakai bantuan alat-alat mekanik dan otomatis. Revolusi ini setelahnya, terus berkembang dan menjumpai puncak pada pertengahan abad ke-19. Faktor-faktor yang membawa terjadinya revolusi Industri :

  • Inggris kaya dengan bahan tambang terutama biji besi dan batu bara, selain itu Inggris banyak memproduksi wol untuk bahan industri tekstil.
  • Keberadaan kaum cerdik yang bisa menghasilkan sejumlah penemuan baru seperti, alat-alat pemintal, mesin tenun, mesin uap, dan lain sebagainya.
  • Pemakaian mesin yang meningkat.
  • Berlangsungnya efisiensi produksi batu bara, besi dan baja.
  • Pembangunan sarana jalan kereta api, alat-alat transportasi dan komunikasi.

Greaters, banyak sekali ragam peristiwa di Eropa yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia saat ini, tidak terkecuali juga bagi masyarakat Indonesia. Berbagai peristiwa tersebut tidak hanya mempengaruhi daratan benua biru saja, namun juga bagi seluruh umat manusia di dunia ini. Semoga saja dengan artikel kali ini Greaters bisa mengambil pelajaran bahwa apapun yang kita lakukan sekarang tidak hanya bisa berpengaruh dengan kehidupan kita saat ini, namun juga bisa untuk kehidupan kita di masa depan, dan juga bermanfaat bagi orang banyak.

Sumber gambar utama : Historieducarta
Penulis : Prokonten

Baca juga Belajar Materi Kata Ganti dalam Bahasa Indonesia