Masihkah kau ingat

Kala itu kau datang ke rumahku

Menemui Ayah Ibuku

Untuk memintaku menjadi istrimu


Masihkah kau ingat

Kala itu ku buatkan

Secangkir teh manis

Yang ternyata tidak manis


Lantas kau meneguknya

Dan tersenyum manis

Ku tanyakan padamu

Apa teh itu manis?


Kau menjawabnya

Tentu saja...

Tapi manisnya tidak bisa menandingimu

Senyum simpul di bibirku mengisyaratkan


Detik itu aku sudah jatuh hati padamu

Ku bisikan padamu

Sebenarnya aku bisa saja membuat teh itu manis

Lantaran persediaan gula pasir habis


Biar manisnya kau lihat diriku saja

Seperti teh yang aku buatkan untukmu

Aku juga tidak akan berjanji

Untuk selalu memberi kemanisan dihidupmu


Tapi Percayalah,

Teruntuk calon imamku

Ku pastikan bahagia kan selalu

Membersamaimu sampai akhir hayatku


Baca juga Puisi: Cintamu Menguatkanku