Rimbun senyum berbalut keriput

Memberi kasih tanpa menuntut

Renjana merambat dari pasar di petang hari

Mencangkul tanah demi sesuap nasi


Pulang membawa bibit padi

Berharap kelaparan teratasi

Berharap anak dan istri kenyang sehari-hari


Biar peluh turun tanpa berkeluh

Biar kontraktor menjadi musuh

Bertahan dari segala guncangan

Kontraktor menukar dengan harta, emas dan intan


Mereka menjanjikan tumbuhan beton yang menjulang tinggi

Tumbuhan yang mencakar langit

Namun tak gentar ia bertahan


Meski hanya dengan tumbuhan padi

Ia berjanji akan menjaga tanah dan air ini

Menjaga warisan nenek moyang sepenuh hati


Suatu hari ketika senja hampir tiba

Keluar air hangat dari kelopak matanya

Mendapati tanah dan airnya berubah beton semua

Ternyata cucunya menukar dengan kata investasi

Tergiur oleh tumbuhan beton yang menjulang tinggi


Sumber gambar utama: Shutterstock

Baca juga Puisi: Tentang Senja