Sabtu malam kala itu, seorang gadis yang tengah berbahagia karena mendapat kabar dari kekasih hati yang jauh di tanah rantau memberitahukan akan segera pulang menemuinya. Pesan singkat yang segera ia balas membuat hatinya berbunga-bunga. Setia telepon genggamnya berdering tak ayal yang dipikirkan hanya kekasih hatinya yang ia harapkan selalu mengabarinya. Siang hari, panas terik nyaris membuat semua dedauan di taman pun layu. Tapi tidak dengan hatinya yang tengah berbunga-bunga.

"Sayang aku berangkat dari Jakrta sepulang aku mengajar di Sekolah ya" isi pesan singkat kekasih pujaan hatinya. Lantas bergegas ia pun membalas pesan singkat itu, "Oh, iya Sayang hati-hati jangan sampai ada yang tertinggal.. aku disini menunggumu" balsa penuh rasa perhatian. "Baik sayangku, aku akan segera pulang". Senyum simpul menghiasi wajahnya kala membaca pesan singkat sang pujaan hati. Hari mulai petang gadis ini pun bergegas membuka lemari bajunya, hendak memilih pakaian terbaiknya untuk bertemu sang pujaan hati yang telah ia nanti. Hingga ia dapatkan baju terbaiknya.

"Long dress merah ini akan aku pakai dan akan aku padu padankan dengan bandana bunga ini, nampaknya cocok". Ujarnya sambil melihat ke cermin baju yang hendak iya padu padankan itu. "Aduuuhh... !!! sudah mau maghrib ternyata aku belum apa-apa. Harusnya sebelum maghrib aku sudah tiba di Salon Mba Susi, karena aku harus crembath rambutku" ujarnya.

Penuh rasa cemas karena waktu hampir lewat magrib gadis itu pun bergegas pergi ke Salon di dekat rumahnya. Setibanya di Salon, dering telpon berbunyi dari ponsel yang tak pernah jauh dari genggamannya. Dan tidak salah lagi itu adalah telpon dari sang kekasih hati yang sudah hampir sampai di Terminal. "Sayang aku hampir sampai, ini sedang beristirahat di Rest Area. Kamu mau oleh-oleh apa? Biar aku belikan untuk Ibu dan Adik sekalian"

"Assiiiikkk..., sudah dekat ternyata aku sudah tidak sabar Sayang". "Aku masih di Salon nih sebentar lagi juga selesai" penuh dengan kegembiraan. Singkat cerita Sang pujaan hati sampai, dan mereka pun bertemu di Terminal. Lantas tidak sampai di Terminal mereka melepas rindu yang telah lama tidak bertemu. Mereka pun antusias untuk mencari kuliner malam di sekitaran alun-alun Kota Tasikmalaya. Dimana tempat mereka sering menghabiskan waktu bersama kala libur panjang telah tiba.

Hampir semua pedagang mereka hampiri, tak terkecuali pedagang telur gulung yang amat legendaris. Begitu banyak pedagang makanan yang siap untuk memanjakan lidah mereka. Sambil duduk di kursi Taman, mereka pun bercerita, bergurau, penuh canda tawa melepas rindu yang telah menggunung.

"Telah lama ku menunggu hari ini, dan akhirnya kita bisa berjumpa kembali di Taman pertama kita berjumpa dahulu". " Iya Sayang, aku pun demikian amat bahagia hati ini. " Akhirnya hari yang aku tunggu datang juga". Malam mulai larut, para pedagang pun satu persatu bergegas untuk pulang. Mereka masih asyik bercerita. Dan malam itu langit begitu cerah bintang-bintang bertaburan menambah indahnya malam itu. Sudah terbayarkan rasa rindu mereka dengan pertemuan yang penuh suka cita. Sepasang kekasih yang saling menunggu tuk bertemu meluapkan rasa rindu.

Semoga Cerpen ini bermanfaat dan menjadikan inspirasi untuk kita semua bahwa menunggu itu indah. Nah bagi kamu yang punya ide dan cerita menarik, silakan tulis di GreatPedia agar bisa dibaca orang-orang dan mendapatkan poin yang bisa ditukar reward menarik.

Baca juga Puisi: Peluk