Diriku tak pernah menerka-nerka

Bagaimana masa depanku kelak

Tak sedikitpun terpikir bertemu denganmu

Sedikit mengasah imanku


Tuhan yang maha tahu

Hingga ku putuskan untuk terus berdoa kepada-Nya

Ku pinta segala inginku

Tentang apa yang aku mau


Sejauh mata memandang

Di mana kita berpijak

Kita masih memandang langit yang sama

Langit pun masih biru


Kita pernah sejauh isya dan shubuh

Hingga pada akhirnya

Kini,..

Kita sedekat magrib dan isya


Betapa indah karunia Tuhanku

Merancang sekenario kehidupanku

Begitu sulit ditafsirkan daya nalarku

Akhirnya bertemu dengan Jodohku


Baca juga Puisi: Muliakanlah Istrimu