Matahari terbit tapi kau malah menutup jendelamu

Matahari terbit tapi kau malah berdiam dan berbaring di kasurmu


Raja siang telah memancarkan cahayanya

Tapi kau masih saja berlindung di selimutmu

Sampai-sampai, jam dinding itu melongo melihatmu berbaring bagaikan mayat

Mau menyebutmu mayat tapi kau masih punya nyawa


Ah entahlah, kerjamu hanya bermalas-malasan

Senja pun datang, apakah kau masih mau bersembunyi di kasurmu?

Ayo bangkit, ayo bergegas sebelum senjamu habis

Masih ada waktu, lekaslah hentikan kemalasanmu, sekarang


Baca juga Puisi: Cintaku Lillahita'ala