Darahmu mengalir dalam diriku

Kasihmu merasuk dalam jiwaku

Sayangmu mengisi hariku

Ajarmu mengiringi langkahku


Bijaksanamu membuatku berarah

Aku bagaikan layang layang yang terbang

Kau biarkan terbang setingginya tapi tidak sesukanya

Kau ulur benangku setingginya


Tapi kau tarik jika ku salah arah

Nasehatmu terpatri dalam jiwa

Berbuat baik menjadi terbiasaku

Bermanfaat menjadi tujuanku


Berkasih sayang menghiasi hidupku

Tak ada benci dalam harimu

Tak ada dendam dalam hatimu

Kepergianmu membuatku luluh lantah


Hatiku porak-poranda

Jiwaku tercabik cabik

Aku kehilangan arah

Langkahkupun gontai menyusuri hariku


Ayah

Kau begitu sempurna di mataku

Aku bangga padamu

Kan kubuat kaupun bangga padaku

Baca juga Puisi: Tertanda Bapak