Apabila kita amati, dua pertiga bumi ini merupakan perairan. Betapa melimpahnya sumber air di bumi ini. Setiap saat kita menggunakan air. Akan tetapi, air tidak pernah habis dari bumi ini. Ya, ini karena air di bumi mengalami siklus atau daur, yang disebut daur air. Daur merupakan perubahan yang terjadi secara berulang dengan pola tertentu. Daur air pada umumnya berlangsung dalam jangka waktu yang tetap.

Sinar matahari akan menguapkan air yang ada di laut, sungai, dan danau. Demikian juga air dari tanah dan tumbuhan yang berada di darat. Air tersebut akan menjadi uap air dan naik ke angkasa menjadi awan. Hal itu disebut penguapan. Di angkasa, awan yang mengandung uap air mengalami pembekuan sehingga membentuk butiran-butiran air. Hal itu terjadi, karena semakin tinggi tempat di permukaan bumi, maka semakin rendah suhu udaranya. Mengingat butiran air lebih berat daripada udara, butiran air tersebut akan jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Air yang jatuh, sebagian akan diserap oleh tanah, sebagian menggenang di permukaan bumi berupa danau atau kolam. Sebagian lagi, mengalir ke sungai hingga laut. Proses ini disebut daur air. Proses daur air dapat kamu lihat pada Gambar 7.11.


Baca Juga : Biji Kelor Dapat Menjernihkan Air


Kegiatan manusia dapat memengaruhi siklus air. Coba perhatikan lingkungan sekitarmu. Pada musim kemarau, di daerah tertentu debit air berkurang. Sungai dan danau kering tidak ada airnya. Sumur penduduk banyak yang kering. Akibatnya, kita kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan kita. Dan sebaliknya pada musim hujan, debit air tinggi dan terkadang di daerah tertentu timbul banjir. Kekeringan atau sebaliknya banjir tidak hanya dipengaruhi oleh alam tetapi juga dipengaruhi oleh kegiatan manusia.

Apakah kegiatan yang dapat memengaruhi daur air? Kegiatan manusia yang memengaruhi daur air di antaranya adalah penebangan pohon di hutan-hutan dan pencemaran udara. Banyaknya lahan yang gundul menyebabkan ketidakseimbangan debit air yang ada. Hal ini nampak pada pergeseran musim dan perbedaan curah hujan di berbagai daerah. Pencemaran udara dan lahan yang gundul mengakibatkan udara menjadi lebih panas. Akibatnya, penguapan terjadi lebih tinggi. Penguapan yang tinggi akan menghasilkan debit hujan yang tinggi pula. Apa yang terjadi jika debit hujan di atas normal tetapi tidak ada lagi kemampuan lahan atau tanah menyerap air? Ya, akan terjadi banjir dan tanah longsor. Jadi, tindakan manusia akan memengaruhi daur air.


Baca Juga : Kegiatan Manusia yang Dapat Mengubah Permukaan Bumi


Kegiatan industri juga memengaruhi secara tidak langsung daur air. Banyak pabrik membuang limbahnya ke sungai, sehingga mencemari air sungai. Pencemaran air dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup di perairan. Selain itu, air yang tercemar juga dapat meresap ke dalam sumur penduduk. Ini akan mengganggu ketersediaan air bersih bagi manusia. Penggunaan bahan bakar fosil dalam industri dapat menimbulkan hujan asam. Jika air hujan asam masuk ke perairan akan mengganggu kehidupan makhluk hidup di perairan tersebut. Selain itu juga memengaruhi ketersediaan air bersih bagi manusia.

Kegiatan manusia lainnya yang juga dapat mengakibatkan terganggunya daur air, di antaranya.

  1. Membiarkan lahan kosong tidak ditanami dengan tumbuhan,
  2. Menggunakan air secara berlebihan untuk kegiatan sehari-hari, dan
  3. Mengubah daerah resapan air menjadi bangunan-bangunan lain.

Referensi :

Priyono, Amin, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam 5 untuk SD dan MI Kelas V. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. (Bab 11).

Rositawaty, S dan Aris Muharam. 2008. Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 5 untuk Kelas V Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.


Penulis : Rahma Dona