Hampir dua puluh purnama waktu berlalu

Dan kepompong mulai merekah dari bungkusnya

Sayap mungil berwarna-warni, siap melanglang buana biru, merah dan garang

Senyum mungil dari bibir tipis menjanjikan sebuah keindahan


Angin mulai binal tiga belas tahun yang lalu

Seiring ziarah waktu, kau pun larut dalam nakal gerah suhunya

Aku "guru".....ingin menguasai segala zaman

Jangan kau pergi, tetaplah disisiku..dengarkan aku berbicara dengan suara hati


Namun....

Meski raut dan jasadmu kukenal, ruhmu lepas dari genggaman

Terlanjur kau terbang dan berputar-putar dalam angin nakal

Aku terpental jauh dari hatimu


Wajahmu...senyummu ... kini penuh keraguan dan ketakutan menatapku

Aku tahu dan faham, ada rahasia hitam kau simpan

Inilah fatamorgana kupu-kupu bawah matahari garang siang ini

Terlalu banyak puing retak kau tata di jasadmu


Aku termangu, tanganku tak mampu meraihmu

"Nak...Kau dapat menaklukkan dunia

Kau dapat mengenggam mimpimu

Namun kau tak dapat menaklukkan nafsumu


Jika "IMAN" melayang dari hatimu"

Inilah pesan terakhirku...mengertilah...


Baca juga Mengenal Pengertian Penjara Mental Melalui Contoh