Bagi Greaters yang akan dan sudah menjadi orangtua, penting sekali menjaga komunikasi dengan anak karena di masa anak-anak tersebutlah perkembangan otak anak mulai pesat. Otomatis, sudah menjadi kewajiban untuk orangtua agar bisa mendidik anak sedari kecil dengan baik. Hal pertama yang paling penting untuk diperhatikan dalam mendidik anak adalah kita harus memiliki interaksi yang baik dengan anak atau dengan kata lain kita mampu menjaga komunikasi dengan anak. Berikut penjelasan yang bisa diambil dan dipelajari.

1. Ajarkan anak untuk terbuka


Sumber : Hello Sehat

Sebagai orangtua, menanamkan sifat terbuka kepada anak adalah hal penting. Tentang apa yang dirasakannya, apa yang dibutuhkan, dan apa yang telah dilakukannya. Orangtua harus membuat anak nyaman ketika anak tersebut menceritakan berbagai hal. Berikan juga respon positif terhadap apa yang disampaikan oleh anak. Tanggapi ceritanya, bisa juga memberikan saran yang baik kepada anak. Jadilah orangtua sekaligus sahabat untuk anak agar komunikasi dengan anak akan terjaga.

2. Dengarkan cerita anak


Sumber : Buahatiku

Ada anak yang suka berbicara, menceritakan banyak hal. Mulai dari karangannya sendiri, sampai pada yang benar-benar terjadi. Di usia anak-anak, imajinasi dan rasa ingin tahu anak sangat besar, hingga normalnya ia akan sering berbicara. Sebagai orangtua, jangan pernah bosan mendengarkan semua cerita anak, meskipun cerita itu telah berulang atau karangannya sekali pun, apalagi cerita anak yang nyata. Kita harus bersabar dan menjadi pendengar yang baik untuk anak.

Selain itu, ketika anak berbicara, kita sebagai orangtua tidak boleh mematahkan secara langsung ucapan anak. Yang justru hal itu akan membuatnya down, tidak memiliki kepercayaan diri lagi untuk berbicara. Maka dari itu, dengarkan anak bercerita sampai selesai, jangan suruh anak untuk diam atau berhenti berbicara.

3. Jawab pertanyaan anak


Sumber : Kaltim.prokal.co

Seperti yang sudah dikatakan di atas, anak akan banyak sekali bertanya. Jadi, kita harus sabar dalam menjawab setiap pertanyaan anak dan menjelaskan dengan baik kepadanya. Disertai contoh atau visual yang kongkret lebih baik. Misalnya, anak bertanya apa itu Monas. Kita bisa menjelaskan sambil memperlihatkan visual Monas. atau bila ada kesempatan, ajak anak untuk berlibur ke Monas.

4. Berbahasa yang baik dengan penuh kehangatan


Sumber : Sumber.com

Orangtua harus berbicara lembut tapi tegas kepada anak. Tegas, bukan keras. Itu adalah dua hal yang berlainan. Ciptakan kehangatan dan keakraban dengan anak ketika berinteraksi seperti ketika anak menceritakan jika ia sudah melakukan hal baik, kita bisa tersenyum dan memberikan gestur jempol untuk anak, sambil mengelus kepalanya.

5. Tidak menciptakan jarak dengan anak


Sumber : Anmum

Ketika kita ingin menjaga komunikasi dengan anak, jangan sampai kita menciptakan jarak dengan anak. Jarak bisa tercipta walau hanya seperti ada dinding tipis di antara kita dan anak, baik secara sadar, maupun secara tidak sadar telah tercipta. Orangtua tidak boleh bersikap otoriter. Bermusyawarahlah ketika ada masalah dengan anak, atau ketika anak berbuat salah. Jangan langsung bertindak semaunya, yang jatuhnya seperti memaksakan sesuatu kepada anak. Kita harus menghargai anak sebagai individu.

6. Sertakan anak ketika membuat aturan


Sumber : Missioni-africane.org

Kita juga harus mengikutsertakan anak ketika membuat aturan untuk dirinya sendiri. Dengan begitu, anak akan belajar untuk berani berpendapat, percaya diri, dan bertanggung jawab, karena ia juga diikutsertakan dalam menentukan aturan untuk dirinya sendiri. Hal ini akan membuat anak merasa berat untuk melanggar aturannya sendiri.

Nah, Greaters, itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga komunikasi dengan anak.

Sumber gambar utama : Hipwee
Penulis : Three Rahmadona

Baca juga Ibu adalah Guru Pertama dan Utama