Perguruan Tinggi harus bersiap-siap untuk menciptakan lulusan yang dapat mengisi industri, dan salah satunya dengan mempersiapkan program studi (prodi) baru berbasis digital yang dapat mendukung Revolusi Industri 4.0, kata Sekretaris Jenderal Kelembagaan IPTEK Dikti  Agus Indarjo.

"Tujuan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) membangun daya saing bangsa, meningkatkan kesejahteraan dan keadilan, serta mencetak SDM yang unggul dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0," katanya pada Lokakarya Tata kelola Pembukaan Prodi Baru dan Revitalisasi LPTK di Era Disrupsi, di Universitas Negeri Medan, Senin.

Arah pembangunan ke depan, menurut dia, Negara Indonesia membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas yang mampu menghadapi tantangan zaman.

"Jika, kami berbicara mengenai SDM, maka hal itu berkaitan dengan perguruan tinggi. Karena perguruan tinggi mempunyai peranan penting dalam mengembangkan SDM," ujar Agus.

Baca juga: Di Kalbar 88.347 Pelajar SMP Ujian Nasional

Ia menyebutkan, dalam mengusulkan prodi baru ada tiga hal yang dilihat, pertama adalah kesesuaian dosen, kedua sarana prasarana yang mendukung, dan terakhir adalah kurikulum.

Proses pengajuan prodi baru membutuhkan waktu 15 hari kerja sampai penerbitan SK bahwa prodi tersebut, telah disetujui.

"Universitas Negeri Medan (Unimed) berencana akan membuka beberapa prodi baru diantaranya teknik lingkungan, teknik arsitektur, pariwisata, teknik sekolah kejuruan, ekonomi digital, kewirausahaan, dan desain komunikasi visual," katanya.

Sementara itu, Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom,MPd, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini diadakan bahwa perguruan tinggi negeri tersebut, akan mangajukan prodi baru.

Hal itu dilakukan, menurut dia, untuk menjawab kebutuhan dari perkembangan yang terjadi di negeri ini, khususnya di Sumatera Utara (Sumut).

"Kami berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan makna yang baik dalam perkembangan prodi-prodi yang diajukan Unimed," kata Ketua Dewan Riset Kota Medan itu.