Greaters, saat ini banyak pendidik yang masih menggunakan cara tradisional dalam mengajar yang tentunya tidak menarik minat belajar peserta didik. Bagaimana cara pendidik menyampaikan materi pastinya menentukan berhasil atau tidaknya hasil belajar siswa. Salah satu penyebabnya adalah keseriusan yang berlebihan dalam belajar membuat suasana kelas menjadi kaku antara guru dengan murid.

Masalah yang sering timbul adalah siswa masih saja merasa sulit dalam belajar meskipun guru sudah menjelaskan materi pelajaran. Nah, dengan menggunakan humor atau candaan bisa menjadi salah satu yang efektif untuk mengurangi ketegangan dalam belajar.


Sumber : Slideshare.net

Ron Deiter pernah mengatakan dalam jurnalnya bahwa penggunaan humor bisa menjadi alat mengajar yang jika efektif akan meningkatkan jumlah materi pelajaran dan pengtahuan lainnya yang dipelajari oleh peserta didik. Hal itu berarti ketika guru menerapkan humor secara efektif dan tepat dalam kelasnya akan sangat membantu siswa untuk mulai berpartisipasi dalam pembelajaran. Hal ini jelas meningkatkan keefektifan belajar para peserta didik.


Sumber : Slideshare.net

Lalu, bagaimana keuntungan lainnya untuk menggunakan humor didalam kelas?

Sumber : Slideshare.net

Humor sering kali membuat orang yang mendengarkannya merasa senang. Mengapa demikian? Hanya sedikit orang yang tidak akan tertawa ketika menyaksikan hal yang lucu. Meskipun tingkat kehumorisan seseorang tidak diukur dari berapa banyak orang tertawa, namun tertawa adalah apresiasi dari kehumorisan.

Baca juga Menjadi Seorang Ibu yang Terdidik Tidaklah Mudah

Maksudnya adalah ketika pendidik sudah mampu membuat peserta didiknya senang akan lebih mudah untuknya membangun atmosfer yang baik dalam kelas. Semakin mudah pula untuk pendidik berkomunikasi dalam menciptakan proses belajar mengajar yang aktif. Di sinilah peran humor dalam mencairkan suasana yang serius. Peserta didik tidak menjadi tegang dan mampu memahami materi apa yang guru sampaikan.


Sumber : Slideshare.net

Apakah seorang pendidik harus memiliki selera humor yang cukup untuk menggunakan humor dalam kelas? Jawabannya tidak harus. Tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua orang terlahir dengan rasa humor yang tinggi. Dalam proses belajar mengajar, humor tidak hanya terpaku dengan celoteh lucu layaknya seorang komika yang melakukan stand up comedy.

Pendidik bisa saja menggunakan cerita lucu atau media lainnya yang tentunya sesuai dengan materi pengajaran, demi membangun suasana humor saat belajar mengajar tengah berlangsung. Sebagai contoh, dalam hal belajar Bahasa Inggris di ranah speaking. Pendidik dapat menggunakan tongue twister untuk membuat siswa tertarik tanpa menyadari bahwa mereka telah melakukan speaking in English.

Sumber : Kampung Inggris

Nah Greaters, bagi para pendidik di seluruh Indonesia, bisa mulai untuk menggunakan cara mengajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Mulailah mendidik dengan menggunakan gaya, tidak hanya terpaku pada rencana pembelajaran dan hanya duduk berdiri menjelaskan. Ingat bahwa partisipasi peserta didik itu penting dalam proses belajar mengajar. Selamat mencoba!


Sumber :
1. Ron Deiter. June 2002. The use of humor as a teaching tool in the classroom. Ames: NACTA Journal.
2. Www.slideshare.net

3. Www.kampunginggris.id