Hai Greaters, seberapa penting sih kejujuran itu menurut kamu? Kejujuran tentu memiliki pengaruh yang penting pada berbagai bidang, tidak terkecuali bidang Pendidikan. Nah, untuk lebih jelasnya, mari kita simak pembahasan tentang seberapa penting kejujuran dalam bidang Pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu bentuk proses pengembangan kecakapan individu untuk mempersiapkan kehidupan yang akan dihadapi oleh seseorang.

Dalam pendidikan seseorang akan mendapatkan berbagai ilmu yang akan menjadi bekal untuk masa depannya. Tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan saja, seseorang dapat belajar tentang kehidupan sosial yang akan didapatkannya melalui organisasi-organisasi yang terdapat dalam suatu instansi pendidikan.

Untuk Indonesia sendiri, pada tahun 2018 lalu Indonesia masih berada di peringkat kelima dari 10 negara yang ada. Indonesia berada di bawah negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Hal tersebut membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah. Berbagai faktor baik internal maupun eksternal menjadikan pendidikan di Indonesia belum berjalan optimal, sehingga kualitas yang dihasilkan pun belum tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Salah satu faktor yang sangat menonjol saat ini adalah budaya bangsa Indonesia yang semakin menjamur di kalangan pendidikan, yaitu budaya mencontek dalam ujian yang sering terjadi di kalangan siswa. Seorang siswa bekerjasama dan mencontek satu sama lain untuk mendapatkan nilai yang memuaskan tanpa mengharuskannya belajar dengan sungguh-sungguh.

                                                          

                                                                                          Sumber : fai.um-surabaya.ac.id

Hal ini dikarenakan adanya berbagai faktor yang menjadi latar belakang terjadinya saling mencontek antarsiswa. Diantara faktor tersebut yaitu seperti kurangnya rasa percaya diri dalam menghadapi ujian karena kurang maksimalnya siswa dalam belajar, tuntutan besar terhadap siswa untuk memperoleh nilai yang tinggi, kurangnya kesadaran akan pentingnya kejujuran, kurangnya keketatan dalam mengawasi suatu ujian, dan masih banyak lagi faktor-faktor lainnya.

Hingga saat ini, mencontek menjadi salah satu permasalahan besar di kalangan pendidikan. Ujian yang seharusnya menjadi tolok ukur kemampuan seorang siswa justru menjadi ajang permainan bagi mereka. Kurangnya kesadaran terhadap kejujuran menjadikan mereka tidak peduli dengan adanya ujian. Datang, kerjakan, dan lupakan. Kalimat tersebut saat ini menjadi sebuah slogan yang semakin marak di kalangan siswa menengah ketika akan menghadapi ujian.

Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa anggapan siswa terhadap pentingnya ujian masih rendah, sehingga mereka tidak mempersiapkan ujian dengan sungguh-sungguh yang mengakibatkan terjadinya contek-mencontek antarsiswa untuk kepuasan nilai yang akan diperolehnya. Mulai dari ujian sekolah, sejak dini sudah seringkali ditemui siswa yang mencontek dan bekerjasama satu sama lain. Ini menjadikan kebiasaan buruk yang akan terbawa hingga saat melaksanakan ujian nasional.

Faktanya, hampir setiap tahun terjadi hal-hal menyimpang dari peraturan yang sesungguhnya, seperti isu-isu tentang bocoran kunci jawaban, tukar-menukar jawaban saat ujian, bahkan berita yang sangat viral beberapa waktu lalu yaitu ditemukannya seorang siswa yang menyebar soal ujian nasional dikarenakan pelaksanaan ujian yang dilaksanakan dengan beberapa sesi. Lalu jika yang terjadi seperti itu, di manakah letak esensi ujian yang sesungguhnya?

Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam proses pendidikan adalah penanaman sikap mental guna mempersiapkan masa depan siswa. Salah satu cara dalam hal ini adalah menanamkan sikap jujur dalam ujian. Jujur menjadi tonggak keberhasilan seseorang dalam mencapai cita-citanya, karena dengan bersikap jujur akan menumbuhkan rasa percaya diri seseorang untuk meraih sesuatu yang diinginkannya.

Penanaman sikap jujur sudah seharusnya dilakukan sejak sedini mungkin, hal inilah yang menjadi salah satu tugas seorang guru untuk menanamkan kesadaran terhadap siswa akan pentingnya sikap jujur. Motivasi dan dorongan sangatlah diperlukan untuk membudayakan sikap jujur dalam melaksanakan ujian.

Selain itu, peraturan dan pengawasan yang tinggi juga harus ditegakkan sehingga mendorong siswa untuk terus bersikap jujur. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kecurangan yang dilakukan di kalangan siswa. Upaya-upaya yang dapat dilakukan yaitu seperti mengawasi dengan bantuan CCTV sehingga meminimalisir adanya saling mencontek.

Upaya lain dapat berupa diberlakukannya sanksi yang tegas terhadap siswa yang melanggar peraturan. Bahkan jika kita bercermin terhadap negara-negara lain seperti China, Belgia, Thailand dan beberapa negara lainnya, mereka melakukan pengawasan yang super ketat dengan cara mereka masing-masing dan diberlakukannya sanksi yang berat bagi siapapun yang melanggarnya.

Ujian menjadi tolok ukur bagi siswa seberapa besar kemampuan mereka terhadap suatu objek tertentu., sehingga dengan mengetahui hasil yang murni tanpa ada kecurangan di dalamnya, akan menjadi sarana yang memudahkan untuk meraih kesuksesan pada masa yang akan datang. Budaya sikap jujur ini akan memberikan dampak positif bagi masa depan siswa, meminimalisir adanya istilah salah jurusan ketika sudah berada pada jenjang pendidikan yang tinggi, tidak seperti yang sering terjadi saat ini seseorang tiba-tiba keluar dari suatu instansi pendidikan dengan alasan merasa salah jurusan. Kesuksesan akan diraihnya dikarenakan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik terhadap suatu pendidikan sehingga berada pada bidang yang tepat sesuai dengan minat dan bakat siswa.

Berdasarkan uraian di atas Greaters, dapat disimpulkan bahwa membudayakan sikap jujur sangatlah penting demi mewujudkan generasi yang berintelektual tinggi. Dengan terwujudnya insan yang berpendidikan akan berpengaruh dan berperan besar dalam upaya memajukan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita memerhatikan akan pentingnya pendidikan dan menjadikan sikap jujur sebagai budaya bangsa yang akan membawa nama besar bangsa Indonesia di kalangan internasional.

Baca juga Pemerintah Rancang Komite Pendidikan Vokasi