Hi Greaters, semoga kabar kalian selalu baik ya! Pasti kalian pernah mengenal istilah mineral! Ya, mineral adalah komoditas hasil proses pertambangan, dan banyak jenis mineral yang dapat kita temui. Mineral juga menjadi bahan baku utama untuk pembuatan logam seperti besi, baja, nikel, aluminium dan lain-lain. Kali ini kita akan membahas mengenai mineral yang menjadi bahan baku besi baja yaitu pasir besi. Kalian yang pernah datang ke suatu pantai di mana pantainya memiliki pasir dengan warna hitam artinya pasir tersebut mengandung besi.

Pantai yang memiliki kandungan pasir besi dapat kalian temukan di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa mulai dari Jawa Barat sampai dengan Jawa Timur seperti Pantai Tegal Buleud di Sukabumi, Pantai di Tasikmalaya, Pantai di Cianjur sampai di Pantai Lumajang. Secara hitungan cadangan Indonesia memiliki ratusan juta ton pasir besi yang dapat diolah. Nah, jadi kalian sudah dapat mengetahui bahwa untuk bahan baku besi saja Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah hanya sekarang bagaimana cara mengolah dan memanfaatkannya.

Sumber: Colloquium tekMIRA

Saat ini di dunia hanya ada satu perusahaan yang sudah mengolah pasir besi mulai dari penambangan sampai dengan menghasilkan produk akhir besi baja yaitu New Zealand Steel. Indonesia dengan sumber daya pasir besi yang melimpah harus memiliki pabrik pengolahan seperti New Zealand Steel.

Masuk ke bagian pengolahan pasir besi, jika kalian berniat membangun satu pabrik pengolahan pasir besi. Maka hal pertama yang harus kalian lakukan adalah mengenal secara mendalam karakteristik pasir besi itu sendiri. Tujuannya adalah agar kita tidak salah membuat desain proses dan juga tidak salah memilih peralatan proses.

Karakteristik pasir besi dapat kita ketahui melalui analisa kimia, analisa fisik dan analisa mineralogi. Analisa kimia dilakukan untuk mengetahui unsur kimia apa saja yang terkandung di dalamnya, berapa besar unsur besi yang dapat kita ambil dan bagaimana untuk menghilangkan unsur pengotornya. Analisa fisik dilakukan untuk mengetahui kekerasan, betuk, berat jenis dan sifat fisik lain yang dapat menjadi acuan proses. Kemudian yang terakhir adalah analisa mineralogi, analisa ini dilakukan untuk mengetahui secara detail jenis mineral yang terkandung, ukuran butir mineral berharga dan mineral pengotor, analisa ini juga menjadi acuan desain proses pengolahan dan pemilihan alat proses. Berikut analisa kimia, analisa fisik dan analisa mineralogi untuk contoh pasir besi di salah satu Pantai Selatan Pulau Jawa.

Sumber: Colloquium tekMIRA

Setelah kita mengetahui dengan pasti karakteristik pasir besi yang akan diolah, maka masuk pada desain proses pengolahan tersebut. Pengolahan pasir besi akan dilakukan dengan 3 tahap proses yaitu proses benefisiasi, proses reduksi dan proses peleburan (smelting). Proses benefisiasi adalah proses peningkatan kandungan besi (Fe) yang telah ditambang, proses benefisiasi dapat dilakukan dengan prinsip pemisahan magnet, klasifikasi ukuran maupun pemisahan dengan prinsip gravitasi. Kandungan besi dari tambang dengan jumlah 13% seperti terlihat pada gambar, maka dengan proses benefisiasi ditargetkan kandungan besi pada produk minimal adalah 55%. Produk proses benefisiasi disebut dengan konsentrat.

Nah itu tadi sedikit penjelasan tentang proses pengolahan mineral besi, Greaters. Semoga bermanfaat!

Sumber Gambar Utama : Colloquium tekMIRA

Baca juga Apatiskah kita?