Perubahan sosial merupakan sebuah proses perubahan yang terjadi di masyarakat karena adanya gerakan sosial, kekuatan, maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu dampak dari perubahan social ialah globalisasi. Globalisasi merupakan salah satu dampak dari perubahan sosial di masyarakat.

Globalisasi berasal dari Bahasa Inggris yaitu global yang artinya dunia atau bersifat semesta. Dalam kamus sosiologi, globalisasi diartikan sebagai keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia, mulai dari perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.  Banyak ahli yang mendefinisikan globalisasi. Pandangan-pandangan ahli tentang globalisasi banyak yang menjadi acuan untuk mendefinisikan makna globalisasi.


Baca Juga : Modernisasi


Berikut beberapa definisi globalisasi yang dikemukakan oleh ahli :

  1. Robertson, globalisasi diartikan sebagai proses yang menghasilkan dunia tunggal.
  2. Adam Kuper dan Jesia Kuper, globalisasi adalah proses lanjutan dan perkembangan perekonomian dunia.
  3. George Ritzer, globalisasi sebagai sebuah  proses yang melibatkan tumbuhnya arus manusia, benda, tempat, dan informasi ke berbagai arah serta struktur yang dijumpai dan dapat menciptakan hambatan maupun mempercepat arus tersebut.
  4. Plummer, globalisasi didefinisikan sebagai tindakan manusia dengan membentuk jaringan ke seluruh dunia, membuat wilayah local menjadi global, dan wilayah global menjadi local.
  5. Rosenberg, globalisasi adalah sebuah kondisi atau hasil dari proses-proses kultural, politik, dan ekonomi, seperti imperialisme dan post-feodalisme.
  6. Sartono Kartodirdjo, globalisasi merupakan gejala sejarah yang telah ada sejak zaman prasejarah. Timbulnya globalisasi dipengaruhi oleh perkembangan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Seperti saat ini kita dapat melihat berita luar negeri seperti wabah penyakit ebola yang menyerang masyarakat Afrika Barat, kegiatan Presiden Republik Indonesia mengikuti KTT APEC di Beijing Tiongkok, sampai ke pernikahan Meghan Markle dengan Pangeran Harry di Inggris, dan berita dunia lainnya melalui berita di televisi. Merupakan bukti adanya perkembangan globalisasi.
  7. Giddens dan Drucker, Anthony Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah “dunia yang terus berubah tanpa terkendali”. Globalisasi menurut Giddens adalah suatu proses radikalisasi dan universalisasi nilai-nilai modernitas peradaban Barat ke seluruh penjuru dunia, yang kemudian berkembang menjadi modernitas global. Sejalan dengan itu, Drucker menyebutkan globalisasi sebagai “zaman transformasi social”. Globalisasi menurutnya adalah sebuah istilah menyeluruh untuk berbagai proses yang berada di jantung ekonomi global, yaitu penyebaran komunikasi global secara instan, pertumbuhan perdagangan internasional yang cepat, dan pasar uang global (pasar oerusahaan global).
  8. Waters, Albrow, Kanter dan Fakih, Menurut Malcolm Waters, globalisasi dapat dilihat melalui tiga dimensi, yaitu dimensi politik, ekonomi, dan kultur (budaya). Ahli lain, Martin Albrow, melihat globalisasi sebagai keseluruhan proses ketika penduduk dunia terinkorporasi (tergabung) dalam masyarakat dunia yang tunggal, masyarakat global. Sementara itu, Rosabeth Moss Kanter menganalogikan globalisasi seperti sebuah pusat perbelanjaan global. Dan menurut Mansour Fakih, globalisasi adalah proses yang ditandai dengan pesatnya perkembangan paham kapitalisme, yakni kian terbuka dan mengglobalnya peran pasar, investasi, dan proses produksi dari perusahaan-perusahaan transnasional.

Referensi :

Rufikasari, Lia, dkk. 2016. SOSIOLOGI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial edisi revisi. Surakarta : MEDIATAMA.

Maryati, Kun, dkk. 2017. SOSIOLOGI Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta : Erlangga.


Penulis : Avia Rahmania