Kata modernisasi dengan kata dasar modern berasal dari Bahasa Latin modernus yang dibentuk dari kata modo dan ernus. Modo berarti cara dan ernus menunjuk pada adanya periode masa kini. Modernisai merupakan suatu proses perubahan social di mana masyarakat yang sedang memperbaharui dirinya beruaha mendapatkan ciri-ciri atau kaakteristik yang dimiliki masyarakat modern.


Bentuk perubahan dalam pengertian modernisasi adalah perubahan yang terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu perencanaan. Sedangkan objek perubahan tersebut adalah seluruh aspek yang terkait dengan manusia. Aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Aspek sosio demografi, yaitu proses perubahan unsur-unsur social, ekonomi, dan psikologi masyarakat seperti pola perilaku dan peningkatan pendapatan.
  2. Aspek struktur organisasi social, yaitu perubahan unsur-unsur dan norma-norma kemasyarakatan yang terwujud apabila manusia mengadakan hubungan dengan sesamanya di dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga : Perubahan Sosial dalam Masyarakat


Modernisasi menyangkut perubahan sikap dan mentalis, pengetahuan, keterampilan, serta struktur social masyarakat menuju suatu kehidupan yang modern (sesuai tuntutan zaman). Adapun gejala modernisasi ditandai dengan majunya pendidikan, teknologi, dan perekonomian, serta pesatnya urbanisasi.

Modernisasi dapat terwujud apabila masyarakatnya memiliki individu yang mempunyai sikap modern. Seseorang disebut modern apabila memiliki ciri-ciri berikut :

  1. Menghormati hak dan kewajiban orang lain
  2. Lebih berorientasi pada masa kini
  3. Berpendirian kuat dan menghargai ilmu pengetahuan
  4. Menyadari potensi diri dan mau mengembangkannya
  5. Memiliki kepekaan terhadap masalah-masalah di sekitar
  6. Bersikap terbuka terhadap pengalaman dan penemuan baru
  7. Senantiasa mempunyai informasi yang lengkap

Karakteristik Modernisasi

Menurut Peter L. Berger, modernisasi mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  1. Modernitas telah merusak ikatan solidaritas social yang melekat dalam kehidupan masyarakat tradisional.
  2. Terjadi ekspansi pilihan personal (personal choice). Modernisasi telah merubah masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang individualis.
  3. Terjadi peningkatan keragaman keyakinan. Modernisasi telah membuka peluang terjadinya rekonstruksi nilai dan norma.
  4. Terjadi orientasi dan kesadaran atas waktu. Dalam hal ini modernisasi telah menggeser masyarakat tradisiona; yang semula ditandai  orientasi kini dan di sini (a posteriori) menjadi orientasi ke depan (a priori).

Syarat-Syarat Modernisasi

Selain dorongan modernisasi, terdapat pula syarat-syarat modernisasi. Menurut Soerjono Soekanto, syarat-syarat tersebut adalah sebagai:

  1. Cara berfikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah melembaga dan tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas.
  2. System administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi.
  3. System pengumpulan data yang baik, teratur, dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu seperti Biro Pusat Statistik (BPS).
  4. Penciptaan iklim yang menyenanagkan (favourable) terhadap modernisasi terutama media massa.
  5. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri.
  6. Sentralisasi wewenang dalam perencanaan social (social planning) yang tidak mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.

Gejala-Gejala Modernisasi

Gejala-gejala modernisasi dapat ditinjau dari berbagai bidang kehidupan manusia berikut ini :

  1. Bidang budaya, ditandai dengan semakin terdesaknya budaya tradisional oleh masuknya pengaruh budaya dari luar, sehingga budaya asli semakin pudar.
  2. Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya negara yang lepas dari penjajahan, munculnya negara-negara baru yang merdeka, lahirnya lembaga-lembaga politik, dan semakin diakuinya hak-hak manusia.
  3. Bidang ekonomi, ditandai dengan semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan barang dan jasa sehingga sector industry dibangun secara besar-besaran untuk memproduksi barang.
  4. Bidang sosial, ditandai dengan semakin banyaknya kelompok baru dalam masyarakat, seperti kelompok buruh, kaum intelektual, kelompok manajer, dan kelompok ekonomi kelas (kelas menengah dan kelas atas). Dengan demikian terdapat banyak ragam spesialisasi pekerjaan sesuai dengan perannya.

Referensi :

Maryati, Kun, dkk. 2017. SOSIOLOGI Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta. Erlangga.


Penulis : Avia Rahmania