Greaters, Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman budaya, suku, dan agama. Di mana, ada 5 jenis agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi alasan mengapa masyarakat Indonesia harus mengedepankan sikap toleransi antar umat beragama. Dengan begitu, kehidupan akan terasa harmonis dan indah. Nah, dari pandangan Islam sendiri ternyata toleransi diajarkan secara jelas dan lengkap. Bagaimana menyapa dan menghormati antarumat beragama

Pengertian toleransi

Menurut ensiklopedi indonesia, kata 'toleransi' berasal dari bahasa latin 'Teolerare' yang artinya menanggung atau menahan, sedangkan makna dalam konteks pergaulan bermasyarakat adalah "sikap membiarkan orang-orang mempunyai keyakinan lain dan menerima kenyataan tersebut, karena mengakui hak kebebasan setiap orang dalam hal keyakinan hatinya". Dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat beragam adat kebiasaan, keyakinan, bahkan agama yang tentu membutuhkan sikap toleransi. Sikap toleransj merupakan syarat utama untuk menciptakan kehidupan yang damai dan rukun. Toleransi dapat terwujud dengan menunjukan sikap menahan diri dan membiarkan (pasif) sampai pada menghargai keyakinan lain.

Prinsip Hidup dalam Toleransi

Setidaknyaa ada 3 prinsip utama yang berkaitan dengan hidup dalam keragaman dan perbedaan, yaitu sebagai berikut:

  • Prinsip plural is usual
    Keragaman itu biasa merupakan arti dari prinsip yang juga berarti kemajemukan menjadi hal lumrah dan tidak perlu diperdebatkan ataupun dipertentangkan.
  • Prinsip equal is usual
    Kesetaraan itu biasa menjadi arti prinsip ini di mana pandangan yang mengakui semua kelompok yang ada sebagai mitra dan kerenanya setara. Semua kelompok mempunyai peluang sama untuk hidup dan membiarkan yang lainpun hidup.
  • Prinsip modesty in diversity
    Sahaja dalam keragaman yaitu sikap menengah, objektif yang mengantarkan pada kedewasaan berfikir dan merespons keragaman.

Contoh Toleransi dalam Kehidupan Rasulullah SAW

Ketika Rasulullah SAW, sampai di Madinah beliau melihat kenyataan bahwa penduduknya bukan hanya kaum muslim, tetapi juga para pemeluk agama lain, terutama orang orang Yahudi, Nasrani, dan kaum Paganis atau para penyembah berhala). Melihat kondisi demikian beliau segera mengambil langkah besar untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat Madinah, agar sama sama menjaga keutuhan kota dengan cara mengadakan perjanjian damai diantara mereka. Perjanjian tersebut, kemudian dikenal dengan nama Piagam Madinah.

Pengertian Menjaga Kerukunan

Menjaga kerukunan adalah sikap mental dalam rangka mewujudkan kehidupan yang serasi, seimbang, dan harmonis dengan tidak membedakan pangkat, kedudukan sosial, ekonomi, keturunan, ras, suku, dan perbedaan agama.

Kerukunan sesama umat beragama

Salah satu cara menciptakan kerukunan dengan umat seagama, sebagaimana yang dipraktikan Rasulullah SAW dan para sahabatnya serta orang mukmin, yaitu dengan cara berkasih sayang sesama muslim. Senada dalam berpikir serta seirama dalam melangkah untuk mencari karunia dan keridhaan-nya.

Kerukunan antar umat beragama

Nabi Muhammad SAW ditawari umat nonmuslim untuk saling bergantian ibadah, yaitu sepekan beliau diajak beribadah sesuai agama beliau, sepekan lagi beribadah menurut cara orang kafir. Mendengar tawaran tersebut, beliau tidak langsung menerima atau menolak . Beliau tidak mungkin langsung menolak karena hubungan beliau dengan mereka dalam kemasyarakatan (muamalah atau sosial) sudah terjalin dengan baik, tetapi lebih tidak mungkin lagi jika beliau langsung menerima.

Nah Greaters, Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam budaya, suku, dan agama adalah sebuah keindahan. Perbedaan itu indah, di mana kita bisa menjaga kerukunan antar umat beragama dan saling membantu dalam satu payung yaitu negara Indonesia. Semoga bermanfaat Greaters!

Baca juga 8 Tips Bagaimana Belajar Secara Efektif dan Efisien