Greaters, khususnya kamu yang sudah memiliki anak, pahami betul langkah-langkah mengajak anak sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka. Jika ajakan cenderung memiliki arti paksaan, tentu akan terjadi hal menyimpang pada anak. Untuk itu, kamu bisa memerhatikan penjelasan berikut agar menemukan solusi yang tepat.

Pengertian Ajakan

Ajakan adalah suatu himbauan yang dihiasi oleh bujukan. Ajakan bukanlah suatu paksaan namun ajakan adalah dimulainya perubahan untuk menciptakan dunia menjadi lebih baik. Banyak hal-hal yang perlu dilakukan untuk bagaimana cara kita merubah dunia. Salah satunya adalah mengajak anak-anak dalam hal positif yang tentunya berguna untuk perkembangannya. Sebagai orang tua, jangan biarkan dunia yang merubah kita atau anak kita. Mulailah perubahan dari diri sendiri dan anak kita. Yang kita tahu jika orang tua merupakan panutan nomor satu bagi anak-anaknya, maka orang tua bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya.

Pada anak usia dini, tentunya akan sangat sulit untuk menyuruh atau memaksa apa yang kamu inginkan. Anak usia dini merupakan sebuah perkembangan emas di mana anak pada usia itu memiliki keaktifan tersendiri dan melakukan apapun semau mereka tanpa mereka tahu apa yang akan menjadi konsekuensinya. Misalnya mereka senang bermain di luar, berlari-larian dipinggir pagar tanpa memikirkan apa yang akan terjadi jika dia terjatuh.

Pada usia dini juga sangat sulit untuk memberikan perintah harus begini dan begitu. Anak sangat bebas berekspresi pada usia itu karena mereka juga terlampau banyak keinginan dan aktif bergerak. Sering kali juga pada masa usia dini, anak akan mengikuti apa yang orang dewasa lakukan. Salah satunya adalah gerak gerik orang tuanya. Misalnya seorang anak perempuan yang ingin mengikuti ibunya yang sedang memasak, dandan atau anak laki-laki yang mengikuti tingkah ayahnya yang sedang membaca.

Contoh - contoh barusan adalah bukti bahwa anak usia dini mengalami masa imitation yaitu kesukaan anak meniru setiap tingkah atau gerak orang tua sehari-hari.


Sumber : Shutterstock

Sebagai orang tua, kita harus bisa memanfaatkan masa usia dini anak kita untuk mulai membimbing mereka contohnya untuk menerapkan ilmu agama pada anak kita. Kita bisa memperkenalkan solat dan Alqur'an melalui perbuatan-perbuatan kita. Kita tidak harus memaksa cukup dengan kita sholat dan membaca Al-Quran setiap hari di depan anak, maka lama-lama anak akan mulai tertarik dengan hal yang kita lakukan.

Sesekali ajak anak agar untuk ikut sholat dengan cara kita tunjukan bagaimana gerakan-gerakan sholat pada anak . Biasanya anak-anak suka meniru apalagi dengan penampilan kita ketika sholat. Kadang-kadang anak juga suka ingin meniru atau mengenakan apa yang kita kenakan pada saat sholat. Contohnya ibunya memakai mukena otomatis anak perempuannya pun ingin mengenakan mukena, ayah memakai peci, anak laki-lakinyapun ingin ikut mengenakan peci. Jadikanlah hal ini kesempatan untuk merayu dan membujuk anak kita agar mau melakukan salah satu kewajibannya. Lama-lama anak akan tertarik dengan apa yang kita lakukan. Anak akan mengikuti gerakan-gerakan sholat tentunya tanpa paksaan.

Kekerasan sangat tidak dianjurkan untuk anak usia dini. Paksaan adalah suatu tindak kekerasan pada anak. Mendidik anak itu bisa dikatakan butuh kesabaran ekstra. Kesabaran adalah kunci utama untuk membangun karakter anak. Orang tua harus bisa lebih sabar dalam membimbing anak menuju ke arah yang lebih baik. Tidak juga diperbolehkan melarang apa yang anak usia dini tengah lakukan. Mereka harus dibiarkan bereksplorasi selama mereka masih ada di jalur aman.

Selama apa yang dilakukan anak itu tidak mencelakai maka biarkan. Contohnya anak paling suka main kotor-kotoran, kita tidak dianjurkan untuk melarangnya apalagi memarahinya karena anak pada masa usia dini mereka paling susah untuk dilarang dan mereka paling tidak suka dimarahi.


Sumber : Shutterstock

Mungkin, di mata orang tua kotor-kotoran adalah hal yang jorok namun sebenarnya kotor-kotoran adalah suatu hal yang membahagiakan dan menyenangkan bagi mereka. Biarkan anak berkembang tanpa paksaan karena paksaan bukanlah solusi. Biarkan anak berkembang tanpa kemarahan karena kemarahan hanya akan menghambat proses eksplorasi pada anak.

Semua yang orang tua lakukan akan ditiru anak secara otomatis. Jadi, selaku orang tua kita tidak harus repot-repot untuk memarahi dan memaksa atau menyuruh-nyuruh mereka. Tanamkan ilmu dari berbagai bidang yang orang tua miliki dari mulai anak masih usia dini karena jika terbiasa dari kecil anak akan terbiasa hingga mereka dewasa.

Anak merupakan karunia terpenting untuk setiap orang tua. Setiap orang tua pasti menginginkan penerus yang lebih baik dari mereka untuk menciptakan keluarga yang lebih baik dan dunia yang lebih baik. Jangan bermimpi mempunyai anak yang sempurna dalam segala hal tapi bentuklah kesempurnaan anak dari segala perbuatan kita selaku orang tua. Greaters, perlu pemahaman dan langkah yang tepat jika sudah membahas urusan anak. Jadi kamu akan lebih berhati-hati dalam memberi pembelajaran kepada anak.

Sumber gambar utama: Shutterstock

Baca juga Memahami Konflik Sosial dengan Kacamata Teori Sosial, Sosiologi Kelas 11