Greaters, tahukah kamu apa itu virus? Virus termasuk makhluk hidup mungil yang unik. Sebab virus hanya dapat melakukan reproduksi apabila virus berada di dalam tubuh sel inang yang hidup. Hal ini karena secara struktural ia tidak memiliki enzim-enzim metabolisme dan peralatan untuk membuat protein. Oleh karena itu, virus disebut sebagai parasit intraseluler obligat  (parasit sejati).

Akan tetapi, virus sekaligus dapat disebut sebagai makhluk tak hidup. Hal ini didasarkan pada salah satu karakteristik virus, yakni dapat dikristalkan. Virus dapat mengkristal dengan susunan rapi, bahkan hal ini tidak dapat dilakukan oleh sel hidup paling sederhana sekalipun. Lalu, bagaimana karakteristik virus? Berikut penjelasannya:

1. Ukurannya sangat kecil (20-750 nm)

Virus memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada bakteri. Virus paling kecil berukuran 17 nm sedangkan yang paling besar berukuran 1000 nm. Virus dapat teramati dengan baik menggunakan mikroskop elektron.

2. Terdiri atas Materi Genetik dan Selubung Protein


Sumber : Pustaka Pandani Web

Virus memiliki materi genetik berupa RNA, dan ada pula yang berupa DNA. Namun, tidak ada virus yang memiliki keduanya sekaligus. Materi genetik virus (RNA ataupun DNA) dapat berupa untai tunggal atau ganda tergantung jenis virusnya. Materi genetik pada virus tersimpan dalam struktur pembungkus yang terbuat atas protein. Struktur protein pembungkus ini dinamakan kapsid. Seperti halnya jenis materi genetik, bentuk kapsid juga bervariasi antar virus. Pada jenis virus tertentu, terdapat struktur tambahan pada pembungkusnya. Misalnya adalah pada virus influenza yang memiliki struktur envelope semacam membran yang melapisi kapsid. Struktur ini membantu virus saat menginfeksi inangnya.

3. Tidak Memiliki Bagian Sel (Membran Plasma, Sitoplasma, dan Nukleus)

Sebagai makhluk yang dianggap makhluk hidup maupun tidak, struktur tubuh virus jelas berbeda dari sel organisme sejati. Sel sejati terdiri atas baian utama, yakni inti sel (nukleus), sitoplasma, dan membran sel. Sementara virus tidak memiliki semua itu. Kesederhanaan struktur virus membuatnya amat bergantung pada inang untuk dapat melakukan proses kehidupan.

4. Memiliki Salah Satu DNA atau RNA

Virus hanya memiliki salah satu jenis materi genetik (RNA atau DNA saja). Uniknya, biasanya susunan gen dalam materi genetik virus memiliki kemiripan dengan milik sel inangnya.

5. Hanya Berkembang Biak di Dalam Sel Hidup

Virus tidak dapat melakukan proses kehidupan tanpa menumpang pada inangnya. Hal ini tentu meliputi aktivitas perkembangbiakannya. Virus membutuhkan inang hidup sebagai penyedia komponen-komponen maupun enzim yang ia butuhkan untuk bereproduksi.

6. Merupakan Parasit Sejati

Virus benar-benar tidak dapat menunjukkan aktivitas kehidupan saat berada di luar sel inangnya. Meskipun demikian, virus tidak bisa sembarangan menginfeksi dan hidup dalam semua jenis sel. Mereka memiliki host range”, yakni rentang jenis sel inang yang cocok bagi virus tersebut. Kecocokan ini dipengaruhi oleh bentuk protein di permukaan tubuh virus dengan reseptor (protein penerima) pada permukaan sel inang (bayangkan kecocokan bentuk kunci dengan lubangnya).

7. Dapat Dikristalkan

Virus dapat dikristalkan saat ia berada di luar sel inangnya. Hal ini tentu membuatnya dapat dipandang sebagai benda mati.

8. Menyebabkan Penyakit


Sumber : Hellosehat

Semua virus menyebabkan penyakit pada tubuh inangnya, baik inang berupa manusia, hewan, tumbuhan, bahkan bakteri. Jenis penyakit yang disebabkan olehnya bergantung pada apa yang dikodekan oleh gennya. Tingkat keparahan penyakit yang ada juga bervariasi. Hal ini tergantung pada jenis virusnya, juga pada ketahanan tubuh inang. Pada inang yang telah memiliki kekebalan tubuh kuat, pengaruh penyakit karena virus dapat dikurangi.

Kemudian, tahukah Greaters bagaimana virus memperbanyak dirinya? Virus mampu memperbanyak dirinya dengan bantuan enzim dan organel milik inangnya. Mula-mula virus sudah mengkodekan gen untuk membentuk protein tertentu sesuai yang ia butuhkan. Kode tersebut kemudian diterjemahkan oleh ribosom milik sel inang. Proses replikasi (perbanyakan diri) pada virus biasanya lebih mudah diamati pada virus berbentuk T. Untuk memperbanyak dirinya, virus mengalami dua jenis daur hidup, yaitu:

  • Daur Litik
    Daur litik ditandai dengan pecahnya sel inang di akhir proses replikasi virus. Terdapat 6 fase dalam daur ini yaitu: Fase Adsorbsi, Fase Injeksi, Fase Eclipse, Fase Sintesis, Fase Assembling, dan Fase Lisis.
  • Daur Lisogenik
    Dalam daur ini terdapat tiga Fase, yaitu: Fase Adsorbsi, Fase Injeksi, dan Fase Penggabungan.

Demikian penjelasan mengenai Virus, semoga penjelasan di atas dapat menambah pengetahuan Greaters.

Sumber gambar utama : Quantamagazine
Penulis : Prokonten

Baca juga Kebudayaan dan Multikulturalisme