Greaters, siapa sih yang tidak suka dengan kelezatan es krim. Mulai dari anak kecil sampai dewasa sekalipun pastinya menjadi penggemar berat makan penutup yang satu ini. Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat pembuatan es krim kini semakin mudah. Aneka macam es krim dengan rasa yang bervariasi bisa kamu nikmati secara mudah. Namun, bagaimana dengan es krim yang dibuat masih menggunakan cara tradisional? Apakah kamu pernah mencoba es krim dengan pembuatannya yang masih tradisional.

Ternyata, membuat es krim tradisonal itu tidak menggunakan freezer lho Greaters. Jadi es krim tradisional dibuat dengan memasukkan adonan es krim ke dalam wadah yang di sekitarnya diberi es batu untuk membekukan. Selain itu, bukan hanya es batu saja, tapi juga ditambahkan garam. Kenapa ditambah garam ya?

Sumber : gelato.net

Garam ditambahkan pada es batu dalam pembuatan es krim untuk membekukan es krim tersebut. Hal ini sangat dibutuhkan es krim karena suhu yang sangat rendah untuk membeku. Tujuan dari penambahan garam di sini adalah untuk menurunkan titik lebur es. Nah, jika kamu bingung, mari kita bahas penjelasannya dengan contoh sebagai berikut :

Jika kita menaburkan garam di es atau bisa disebut air dalam fase padat, maka partikel garam akan mengganggu kestabilan ikatan partikel-partikel air dalam fase padat tersebut. Hal ini terjadi karena partikel garam menerobos ke sela-sela partikel es sehingga memutus ikatan partikel es. Akibatnya partikel es yang di permukaan dapat terlebas dari gaya tarik partikel di sekitarnya. Partikel yang berhasil melepaskan diri dari gaya tarik partikel lainnya tersebut beralih ke fase cair.

Keadaan ini membuat es melebur tanpa memperoleh tambahan panas sehingga proses peleburan tersebut menghasilkan air dengan suhu di bawah C. itulah mengapa penambahan garam dapat menurunkan titik lebur es, karena dengan cara seperti ini es dapat melebur pada suhu di bawah yang artinya di bawah titik lebur es pada normalnya. 

Sumber : resepdanmasakan.com

Peleburan es juga memerlukan energi karena dalam kasus ini es melebur tanpa mendapat panas dari luar, maka energi yang digunakan oleh es untuk melebur diperoleh dengan menyerap kalor dari dirinya sendiri. Alhasil, suhu es menjadi sangat rendah dan keadaan ini akan menyerap banyak kalor dari adonan es krim. Jadi, dengan begitu adonan es krim dapat membeku. Selain digunakan pada pembuatan es krim, reaksi antara garam dengan es juga dimanfaatkan pada saat musim salju lho Greaters. Pada saat musim dingin dan bersalju orang-orang biasanya akan menaburkan garam pada salju yang menumpuk. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencairkan salju. 

Nah bagaimana Greaters? Menarik sekalikan pembahasan mengenai reaksi antara garam dengan es dan banyak manfaat yang bisa kita ambil dari fenomena perubahan titik lebur air.

Sumber gambar utama : Shutterstock

Baca juga 4 Tips bagi Guru dalam Mendapatkan Perhatian Siswa-siswi Sekolah Dasar