Greaters, keberadaan magnet tanpa disadari sangat banyak penggunaanya dalam kehidupan kita sehari-hari. Biasanya didominasi oleh penggunaan barang-barang elektronik yang kita gunakan. Nah, pemanfaatan magnet ternyata banyak juga digunakan dalam bidang teknologi. Berikut kita akan membahas tentang medan magnet dan penggunaanya pada berbagai bidang meliputi fenomena kemagnetan, penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, dan gaya magnetik. 

Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 


Sumber: Shutterstock

Kecanggihan teknologi yang terus meningkat ternyata memberi dampak besar dalam menciptakan alat-alat pemudah kebutuhan sehari-hari. Hal ini tidak terlepas dari peran magnet yang membantu terciptanya berbagai barang elektronik. Berikut penjelasan barang-barang yang memanfaatkan magnet pada bidang teknologi:

1. Media Perekaman Magnetik

VHS kaset berisi gulungan pita magnetik. Informasi yang membentuk video dan suara dikodekan pada lapisan magnetik pada pita. Kaset audio yang umum juga mengandalkan pita magnetik. Demikian pula, di komputer, floppy disk dan data rekam hard disk pada lapisan tipis magnetik.

2. Televisi Umum dan Monitor Komputer

TV dan layar komputer yang berisi tabung sinar katoda menggunakan elektromagnetik untuk memandu elektron ke layar. Layar Plasma dan LCD menggunakan teknologi yang berbeda.Ditambah jenis TV lain yang bisa kita amati perkembangannya seperti LED.

3. Speaker dan Mikrofon

Kebanyakan speaker menggunakan magnet permanen dan kumparan pembawa arus untuk mengkonversi energi listrik atau sinyal menjadi energi mekanik (gerakan yang menciptakan suara). Kumparan ini dibungkus sekitar gelendong melekat pada kerucut speaker dan membawa sinyal sebagai perubahan arus yang berinteraksi dengan bidang magnet permanen. Kumparan suara terasa kekuatan magnetik dan sebagai respons, bergerak ke kerucut dan tekanan udara tetangga, sehingga menghasilkan suara.

Mikrofon dinamis menggunakan konsep yang sama, tetapi secara terbalik. Mikrofon memiliki diafragma atau membran yang melekat pada sebuah kumparan kawat. Kumparan terletak di dalam magnet berbentuk khusus. Bila suara bergetar membran, kumparan bergetar juga. 

4. Gitar Listrik

Gitar listrik menggunakan pickup magnetik untuk mentransduksi getaran senar gitar menjadi arus listrik yang kemudian dapat diperkuat. Hal ini berbeda dengan prinsip belakang speaker dan mikrofon dinamis karena getaran dirasakan langsung oleh magnet, dan diafragma tidak bekerja. Berbeda halnya dengan cara kerja gitar akustik.

Bidang Kesehatan


Sumber: Shutterstock

Dalam bidang kesehatan, penggunaan magnet juga memiliki peran penting. Di mana, magnet dapat digunakan untuk membantu proses pengobatan pasien-pasien rumah sakit sembuh secara cepat. Berikut alat-alat yang menggunakan keberadaan magnet:

1. MRI atau Magnetic Resonance Imaging

Penggunaan magnet yang paling umum untuk kesehatan adalah scanner Magnetic Resonance Imaging disingkat MRI di rumah sakit. 

2. Mengobati Epilepsi

Pengobatan magnetik dapat mengurangi gejala penyakit epilepsi kronis. Sebuah penelitian di Jerman pada tahun 1999 menemukan bahwa magnet dengan frekuensi rendah dapat mengurangi atau membatasi kejang dan efektif bagi pasien yang tidak mempan dengan pengobatan biasa.

3. Mengobati Radang Sendi

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Peninsula Medical School tahun 2004, peneliti menemukan bahwa magnet bisa meredakan rasa sakit akibat radang sendi di lutut dan pinggul. Namun, para peneliti mengakui bahwa hasil tersebut bisa disebabkan oleh efek placebo.

4. Mengobati Alzheimer

Sebuah penelitian di Italia menemukan bahwa pengobatan magnetik dapat meningkatkan aktivitas kortikal otak pasien dan membantu memahami dunia di sekitarnya dengan lebih baik. Laporan yang dimuat dalam Jurnal of Neurology, Meurology and Psychiatry ini menemukan bahwa stimulasi magnetik yang berulang dapat bermanfaat bagi pasien penyakit saraf seperti Alzheimer.

Nah Greaters, itu tadi penjelasan mengenai magnet yang memiliki banyak manfaat dan digunakan pada beberapa bidang sebagai alat pendukung. Semoga bermanfaat!

Sumber gambar utama: Shutterstock

Baca juga Belajar Materi Teks Eksposisi, Bahasa Indonesia Kelas 10