Ternyata, kadar lemak jenuh yang tinggi pada makanan cepat saji dapat meningkatkan kolesterol dalam darah, Greaters. Pada kali ini kita akan membahas tentang lemak yang ada di setiap makanan. Berapa kandungannya, rumus kimia, dan masih banyak lainnya. Untuk memahaminya secara mendalam, berikut ini penjelasannya.

Pengertian Lemak

Lemak atau lipid adalah zat organik yang bersifat hidrofob, sukar larut dalam air, namun dapat larut dalam pelarut organik seperti kloroform, eter dan benzena.

Tata Nama

Lemak hanya dibedakan oleh gugus asam karboksilat yang terikat pada lemak, maka tata namanya didasarkan pada turunan asam karboksilat.

Sebagai contoh:

  • Gabungan gliserol dengan asam tristearat diberi nama tristearin. Gabungan gliserol dengan asam tripalmitat diberi nama tripalmitin. Selain itu, penamaan lemak dapat juga didasarkan pada penamaan ester.
  • Gabungan gliserol dan asam stearat yaitu gliseril tristearat. Gabungan gliserol dan asam palmitat yaitu gliseril tripalmitat.

Lemak merupakan triester dari gliserol yang dinamakan trigliserida, yaitu ester yang terbentuk dari tiga asam lemak (asam karboksilat rantai panjang) dan gliserol (suatu tri hidroksi alkohol). Misalnya lemak gliseril tristearat (lemak hewani) merupakan ester dari molekul gliserol dan tiga molekul asam stearat.

Komposisi Kimia pada Lemak

Berdasarkan komposisi kimianya, lemak terbagi atas tiga jenis:

1. Lemak sederhana tersusun oleh trigliserida. Berikut contohnya:

Lilin atau wax malam dan plastisin atau lemak sederhana yang padat pada suhu kamar.

Minyak atau lemak sederhana yang cair pada suhu kamar.

2. Lemak campuran merupakan gabungan antara lemak dengan bukan lemak. Berikut contohnya:

  • Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dan protein.
  • Fosfolipid merupakan gabungan antara lipid dan fosfat. Fosfolipid merupakan ester dari gliserol dengan asam lemak, namun salah satu gugus OH dari gliserol itu diperester oleh asam fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung gugus amina (NH2). Fosfolipid bersifat amfifilik, mempunyai gugus hidrofil dan gugus hidrofob. Salah satu fungsi fosfolipid adalah membentuk membran sel.

Fosfatidilkolin merupakan gabungan antara lipid, fosfat, dan kolin

3. Lemak asli atau derivat lemak dihasilkan dari proses hidrolisis lipid, misalnya kolesterol dan asam lemak. Kolesterol merupakan salah satu jenis steroid. Steroid merupakan senyawa turunan lipid yang tidak terhidrolisis. Steroid berfungsi sebagai hormon, seperti hormon adrenal kortikal, asam empedu, dan sterol. Steroid mempunyai struktur yang berbeda dari lemak maupun fosfolipid. Steroid bukan ester. Steroid juga bersifat amfifilik.

Kolesterol memiliki fungsi sebagai pembentuk dinding sel, dikelompokkan menjadi kolesterol ringan (LDL) dan berat (HDL). Kolesterol LDL tidak larut dalam air sehingga dapat mengendap di pembuluh darah yang dapat mempersempit pembuluh darah sehingga tekanan darah naik. Oleh karena itu, kolesterol LDL disebut juga kolesterol jahat.

Ikatan Kimia pada Lemak

Berdasarkan ikatan kimianya, asam lemak terdiri dua jenis, yaitu:

1. Asam lemak jenuh yaitu asam lemak yang mempunyai ikatan tunggal antar atom C-nya (─C─C─), bersifat non esensial karena dapat disintesis oleh tubuh, dan pada umumnya berwujud padat pada suhu kamar. Asam lemak jenuh berasal dari lemak hewani seperti mentega.

2. Asam lemak tidak jenuh yaitu asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap dua (─C=C─) antar atom C-nya, bersifat esensial karena tidak dapat disintesis oleh tubuh dan umumnya berwujud cair pada suhu kamar. Asam lemak tak jenuh berasal dari lemak nabati, misalnya minyak goreng. Asam lemak tak jenuh dapat diubah menjadi asam lemak jenuh dengan proses hidrogenasi. Derajat ketidakjenuhan dinyatakan dalam bilangan iodin, yaitu jumlah (gram) iodin yang diperlukan oleh 100 gram lemak untuk menjenuhkan.

Sumber pada Lemak

Berdasarkan sumbernya, lemak dapat dibedakan menjadi 2. Berikut penjelasannya:

1. Lemak nabati yang berasal dari tumbuhan. Contoh bahan yang mengandung lemak nabati adalah kelapa, kemiri, zaitun, kacang tanah, mentega, kedelai, dan lain sebagainya.

2. Lemak hewani yang berasal dari hewan. Contoh bahan yang mengandung lemak hewani adalah daging, keju, susu, ikan segar, telur, dan lain sebagainya.

Reaksi-Reaksi Lemak dan Minyak

Lemak dan minyak memiliki reaksi kimia yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya:

  1. Hidrolisis, di mana lemak dan minyak dapat mengalami hidrolisis membentuk gliserol dan asam lemak karena pengaruh asam kuat dengan enzim lipase.
  2. Penyabunan, reaksi lemak atau minyak dengan suatu basa kuat menghasilkan sabun. Jika basa kuat yang digunakan adalah NaOH, maka diperoleh sabun yang bersifat lebih keras dan dapat dibentuk sesuai yang dikehendaki. KOH menghasilkan sabun yan lebih lunak atau sabun cair. Minyak yang mempunyai ikatan tak jenuh ganda menghasilkan sabun yang lebih lunak.

Hidrogenasi minyak, reaksi pada pembuatan margarin dari minyak kelapa dilakukan melalui hidrogenasi atau penjenuhan ikatan rangkap.

Baca juga Karbohidrat, Makromolekul Terbanyak yang Ditemui di Alam, Kimia Kelas 12

Fungsi Lemak

Adapun fungsi dari lemak sebagai berikut:

  1. Pelindung tubuh dari perubahan suhu.
  2. Pelarut beberapa vitamin (A, D, E, K).
  3. Sumber energi cadangan.
  4. Alat pengangkut vitamin yang dapat larut di dalam lemak.
  5. Pelindung organ vital seperti jantung dan lambung.
  6. Penahan lapar.
  7. Penghemat protein, sebab lemak sumber utama terbentuknya energi.
  8. Pelumas, yang berguna pada saluran cerna untuk membantu mengeluarkan sisa.
  9. Penyusun membran sel.
  10. Bahan untuk menyusun hormon dan vitamin.
  11. Bahan penyusun empedu, hormon seks, dan asam kholat.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai lemak. Penjelasan ini tentu bisa kamu pelajari sebagai bahan belajar, Greaters. Nah, jika kamu tertarik untuk membuat artikel materi pelajaran atau umum, langsung kunjungi GreatPedia untuk menulis artikel buatanmu sekarang.

Sumber gambar utama: Pixabay

Baca juga Protein sebagai Cadangan Makanan, Kimia Kelas 12