Greaters, kali ini kita akan membahas tentang multimedia secara singkat dan mudah untuk dipahami. Sebelumnya, kita mulai dengan pengertian multimedia interaktif. Multimedia interaktif adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, gambar, suara, video, dan animasi dengan menggunakan perangkat-perangkat tertentu. Hal ini juga mencakup pengguna yang dapat melakukan navigasi, berinteraksi dan berkomunikasi.

Interaksi adalah suatu fitur yang menonjol dalam multimedia yang memungkinkan pembelajaran yang aktif atau disebut active learning. Pembelajaran yang aktif tidak saja memungkinkan pengguna melihat dan mendengar atau see and hear tetapi juga melakukan sesuatu (do). Dalam konteks multimedia, do di sini dapat berupa memberikan respon terhadap pertanyaan yang diajukan komputer atau aktif dalam simulasi yang disediakan komputer.


Sumber : The Cosmotech

Untuk lebih jelas dalam memahami multimedia interaktif, mari simak penjelasan multimedia interaktif yang terbagi menjadi dua, yaitu:

Hierarchycal

Bagian hierarchycal merupakan bagian di mana pemakai memiliki pilihan, akan tetapi topik-topik dapat dibagi menjadi subtopik yang lebih spesifik. 

 

Sumber : Multimedia Wordpress

Non-linear

Memungkinkan pemakai untuk bebas bergerak untuk melihat isi materi dengan cara berinteraksi. Tidak ada hierarchy yang dipaksakan, pemakai dapat bergerak bebas ke materi manapun. 

 

Sumber : Multimedia Wordpress

Keunggulan multimedia dalam hal interaktivitas adalah media ini secara inheren memaksa pengguna untuk berinteraksi dengan materi. Interaksi ini bervariasi dari yang paling sederhana hingga yang kompleks. Interaksi sederhana misalnya pengguna harus menekan keyboard atau melakukan klik dengan mouse untuk berpindah-pindah halaman atau display  dan memasukkan jawaban dari suatu latihan, lalu komputer merespon dengan memberikan jawaban benar melalui suatu umpan balik atau feedback. Interaksi yang komplek misalnya aktivitas di dalam suatu simulasi sederhana di mana pengguna bisa mengubah-ubah suatu variabel tertentu atau simulasi komplek seperti simulasi menerbangkan pesawat udara.

Dalam aktivitas pembelajaran, selalu memerlukan yang namanya interaksi. Interaksi diperlukan agar materi lebih mudah diserap dan dimengerti serta menghindari kebosanan. Interaksi terjadi saat siswa tidak berperan sebagai penerima informasi secara pasif, namun terlibat dalam pembelajaran dengan cara memberikan aksi yang akan ditanggapi oleh materi pelajaran. 

Lingkungan pembelajaran yang interaktif adalah pembelajaran yang memiliki kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap tindakan siswa, sehingga peserta dapat mengendalikan bagaimana penyampaian, bentuk penyajian dan isi pelajaran. Pengendalian penyampaian pelajaran meliputi tahapan yang mengubah kecepatan penyampaian pelajaran dan urutan untuk mengubah cara penyampaian.

Pengendalian terhadap bentuk penyajian membuat siswa dapat memilih bentuk-bentuk penyajian materi, di mana adanya penyajian yang dinamis dan sudut pandang, serta contoh-contoh. Kendali terhadap isi pelajaran meliputi pemilihan sejumlah informasi mencakup umpan balik singkat atau secara luas, dan bantuan. Selain itu, memecah informasi menjadi bagian yang dapat dipahami dengan tepat mencakup memperbesar atau memperkecil, hingga memilih bagian pelajaran yang akan dipelajari seperti menentukan navigasi menuju bagian tertentu dan memilih menu.

Terdapat beberapa tingkat interaktif dalam pembelajaran berbasis komputer, yaitu umpan balik, manipulasi, adaptasi dan komunikasi. Tingkat umpan balik merupakan tingkat interaktif yang paling rendah, berkaitan dengan tersedianya umpan balik terhadap tindakan siswa yang telah ditentukan sebelumnya, misalnya langkah-langkah penyelesaian masalah, pertanyaan, jawaban, tombol lanjut yang disembunyikan.

Umpan balik dapat diberikan secara langsung atau di tunda untuk beberapa saat, sederhana, bersifat korektif (ya-tidak, benar-salah), penjelasan misalnya penjelasan suatu prinsip, kata-kata referensi, daftar kata, bantuan, dengan atau tanpa kendali siswa (umpan balik otomatis atau umpan balik on demand).

Tingkat manipulasi meliputi perubahan secara real time atau transformasi informasi sebagai tanggapan atas tindakan siswa. Berkebalikan dengan tanggapan di tingkat sebelumnya, tingkat manipulasi menyediakan tanggapan yang fleksibel dan bervariasi. Tingkat interaktif ini ada dua macam, yaitu

  • Kendali siswa
    Misalnya memindahkan obyek menggunakan teknik drag and drop, memutar obyek, manipulasi simulasi dengan memasukkan nilai tertentu sebagai parameter input, memilih pilihan jawaban,
  • Kendali sistem secara penuh
    Misalnya menampilkan simulasi atau visualisasi dinamis (animasi, rotasi) yang menunjukkan suatu proses kepada peserta sebagai tanggapan terhadap tindakan mereka.

Tingkat adaptasi meliputi tanggapan yang disesuaikan dengan kebiasaan peserta sebelumnya. Tingkat ini secara dinamis menyesuaikan pilihan tugas pembelajaran, prosedur dan format instruksional berdasarkan informasi tentang tindakan dan kebiasaan peserta secara online. Tampilan selanjutnya ditentukan secara real time berdasarkan tindakan yang dilakukan peserta saat ini dan yang telah dilakukan sebelumnya. Interaksi adaptif dapat berupa kendali sistem (adaptasi otomatis) atau kendali peserta (misal sistem penasihat yang memberikan pilihan kemungkinan untuk dipilih oleh peserta).

Tingkat komunikasi direpresentasikan dengan lingkungan pembelajaran online dinamis yang fleksibel, tanggapan terhadap tindakan peserta tidak ditentukan sebelumnya. Tingkat ini dapat mencakup tingkat-tingkat sebelumnya, misalnya umpan balik dinamis, manipulasi, pemilihan tugas pribadi secara real time dan penyesuaian informasi. Secara teknis, level ini membutuhkan kanal komunikasi sinkron atau tak sinkron antar peserta dan antara peserta dengan pembimbing.

Nah greaters, hal inilah yang mendasari pentingnya untuk memahami multimedia interaktif sebagai media pengembangan karena juga berpengaruh pada berbagai bidang.

Baca juga Akademikus: PAUD Berperan Strategis Kembangkan Potensi Anak