Halo Greatres! Tahukah kamu bahwa Indonesia adalah negara dengan penganut agama Islam terbanyak di dunia? Penganut agama Islam di Indonesia bahkan melebihi jumlah penganut islam di negara-negara yang menjalankan hukum syariat Islam dalam pelaksanaan negaranya, seperti Mesir, Irak, Iran, Qatar dan Pakistan. Jumlah penduduk Islam di Indonesia memang sangat banyak, Greaters! Menurut data yang dilansir dari The Pew Forum on Religion & Public Life, jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai 209,1 juta jiwa. Berarti, presentase penduduk muslim adalah  87,2 persen dari total penduduk Indonesia dan 13,1 persen dari seluruh muslim di dunia. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penganut agama Islam terbanyak di dunia. Luar biasa bukan?

Tapi, melihat betapa besarnya jumlah muslim di Indonesia, apakah kamu sudah mengetahui bagaimana Islam pertama kali masuk ke Indonesia hingga berkembang dengan begitu pesatnya? Asal kamu tahu, perdagangan memiliki peran yang penting dalam masuknya agama Islam di Indoensia. Hal ini karena, sebagian besar teori mengenai masuknya Islam ke nusantara menyatakan bahwa Islam dibawa oleh pedagang yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia. Meskipun, juga ada teori-teori membantah pendapat tersebut. Nah, di artikel inilah kita akan belajar banyak terkait hal tersebut.


Sumber : Bacaanmadani.com

Salah satu teori yang mengatakan bahwa Islam dibawa oleh para pedagang adalah Teori Gujarat. Teori ini diutarakan oleh J. Pijnapel. Ia adalah sarjana lulusan Universitas Leiden, Belanda. Menurutnya, agama Islam dibawa oleh para pedagang Gujarat yang telah memeluk agama Islam, lantas menyebarkannya ke Indonesia. Pendapat ini mendapat dukungan dari beberapa ahli, salah satunya adalah Snouck Hurgronje. Kamu mungkin sering mendengar namanya saat belajar mengenai Perang Aceh. Sebab, ia adalah ahli yang menyamar untuk bisa meneliti kehidupan masyarakat aceh sebagai strategi untuk mengalahkan mereka dalam perang.


Sumber : Sabdakhairuss Blogspot

Teori Gujarat sendiri kemudian mendapat bantahan dari banyak ahli, Greaters! Hal ini karena temuan-temuan sejarah baru dirasa melemahkan pendapat tersebut. Menurut sejarawan Indonesia Azyumardi Azra, teori yang banyak didukung oleh sejarawan Belanda tersebut kurang tepat. Sebab, pedagang Arab telah sejak lama singgah di Gujarat untuk kemudian melanjutkan perdagangannya ke beberapa negara, termasuk ke Indonesia. Artinya, berdasarkan pendapat ini, bukan pedagang Gujarat yang membawa Islam ke Indonesia, melainkan pedagang Arab langsung.

Jika dua teori yang sudah kita pelajari sebelumnya menjelaskan soal perdagangan sebagai faktor utama masuknya Islam ke Indonesia, ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa Islam tidak dibawa ke Indonesia karena faktor ekonomi, melainkan murni niat untuk melakukan syiar agama. Pendapat ini diutarakan oleh Haji Abdul Karim Amrullah atau yang biasa dikenal dengan nama HAMKA. Ia berpendapat bahwa orang Arab datang ke Indonesia bukannya untuk berdagang, melainkan demi menyebarkan agama Islam. Pendapat ini sendiri menyerupai teori Sufi, dimana para Sufi yang biasa mengembara lantas mendirikan perguruan sebagai sarana penyebaran islam.


Sumber : Sejarahindonesiadahulu Blogspot

Selain datang dari tanah India dan Arab, Islam menurut para ahli juga diduga datang dari tanah Persia Greaters! Teori ini disebut dengan teori Persia. Teori ini memiliki pendapat begitu karena melihat kesamaan budaya antara muslim Indonesia dengan masyarakat Parsi. Kesamaan budaya tersebut misalnya mengenai  peringatan 10 Muharram dalam budaya tabut di Pariaman, Sumatra Barat. Kata tabut adalah bahasa parsi, yang jika diterjemahkan langsung bermakna keranda.

Selain itu kesamaan juga terlihat pada penggunaan istilah Iran  dalam sistem mengeja bahasa Arab, juga kesamaan seni kaligrafi. Namun teori ini mendapat bantahan, karena jika masuknya Islam ke Indonesia diduga pada abad ke 7, saat itu kekuasaan Islam sedang berada di tangan bangsa Arab, jadi secara tidak langsung bangsa Arab yang menyebarkan Islam di Indonesia.

Itulah penjelasan mengenai masuknya Islam ke Indonesia, Greaters! Tidak menyangka ya, ada banyak sekali teori dan pendapat terkait hal tersebut. Tapi jangan hanya terjebak pada pendapat mana yang benar atau salah ya! Justru yang harus kita lakukan adalah bersikap kritis terhadapnya. Semoga bermanfaat!

Sumber gambar utama : Theculturetrip.com
Penulis : Prokonten

Baca juga Koperasi