Perang pasifik semakin berkecamuk. Tentara sekutu dibawah pimpinan amerika serikat semakin menetap, sementara tentara jepang mengalami kekalahan dimana-mana. Pasukan jepang yang berada di Indonesia pun bersiap-siap mempertahankan diri dari serangan sekutu tersebut.

Selama masa penjajahan jepang di Indonesia tahun 1942-1945, Indonesia dibagi menjadi dua wilayah kekuasaan :

  1. Wilayah komando angkatan laut berpusat di makasar, meliputi Kalimantan, Sulawesi, nusa tenggara, Maluku, dan irian.
  2. Wilayah komando angkatan darat berpusat di Jakarta, meliputi jawa, Madura, Sumatra dan Malaysia.

Pusat komando untuk seluruh kawasan asia tenggara terdapat di dalat (Vietnam). Serangan tentara sekutu sudah dimulai di arahkan ke Indonesia. Setelah menguasai pulau irian dan pulau murotai di kepulauan Maluku, pada tanggal 20 Oktober 1944, Jendral Douglas Mac Arthur, panglima armada angkatan laut Amerika Serikat di pasifik, menyerbu kepulauan leyte (Filipina). Penyerbuan ini adalah penyerbuan terbesar dalam perang pasifik.

Dalam bulan Febuari 1945, 5, pasukan sekutu berhasil merebut pulau IWO Jiwa di jepang. Dengan jatuhnya pulau IWO jiwa tentara jepang semakin lemah. Untuk menarik perhatian rakyat Indonesia, jepang mengizinkan Indonesia mengibarkan bendera merah putih di samping bendera jepang. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” pun boleh dikumadangkan setelah lagu kebangsaan jepang, kimigayo.

Badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

Dalam situasi yang semakin kritis, pada tanggal 1 Maret 1945, pemerintah jepang mengumumkan tiga tindakan:

Membentuk badan penyelidik Usaha-Usaha persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam bahasa jepang, badan ini di sebut dokoritsu junbi chosakai.

Mempersiapkan lembaga kenkoku gakuin (latihan nasional) untuk melatih dan mendidik calon pemimpin dan mendidik calon pemimpin negara yang baru.

Memperluas pembicaraan tentang kemerdekaan Indonesia.



Pada tanggal 28 Mei 1945, diadakan ucara pembukuan BPUPKI di jalan pejambon, Jakarta. Dalam upacara tersebut, jepang di wakili oleh Jendral Izagaki, panglima tentara wilayah ketujuh yang bermarkas di Singapura, dan Letnan Jendral Nagano,  panglima tentara keenam belas yang menguasai jawa dan Madura.

Rapat-rapat BPUPKI di selengarakan dari tanggal 29 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945. Rapat tersebut di selenggarakan untuk membicarakan dasar negara Indonesia yang akan merdeka.


Pada tanggal 1 Juni 1945, rapat mendengarkan pidato Ir. Soekarno. Dalam pidatonya, Ir. Soekarno Mengatakan bahwa dasar negara Indonesia merdeka adalah pencasila, yaitu :

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Prikemanusian
  3. Mufakat dan demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Selain Bung karno dalam Rapat BPUPKI tersebut, Muhamad Yamin juga mengusulkan Lima asas dan dasar bagi Repulik Indonesia yaitu:

  1. Prikebangsaan
  2. Prikemanusiaan
  3. Priketuhanan
  4. Prikerakyatan
  5. Kesejahteraan rakyat

BPUPKI juga berhasil membentuk sebuah panitia yang di sebut “Panitia Sembilan” anggotanya terdiri atas Sembilan orang, yaitu :

  1. Ir. soekarno (Ketua)
  2. Drs. M Hatta (Wakil Ketua)
  3. Mr. Ahmad Subarjo
  4. Abdul Kahar Mujakir
  5. Abi Kusno Cokrosuyoso
  6. KH Wahid Hasim
  7. Muhamad Yamin
  8. MR A.A Maramis
  9. H. Agus Salim.

Penulis : Marfiana