Proses tawar-menawar merupakan cara yang paling banyak dilakukan oleh penjual dan pembeli dalam menetapkan harga. Harga suatu barang terbentuk apabila tercapai kesepakatan antara pembeli dan penjual.

Pada dasarnya proses terbentuknya harga terjadi ketika tercapainya tingkat keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Dapat dikatakan bahwa harga keseimbangan atau harga pasar (equilibrium price) adalah harga yang terjadi apabila jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Bila ditunjukkan dalam bentuk kurva, maka harga keseimbangan merupakan perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran.

Dalam harga keseimbangan berlaku hukum permintaan dan penawaran yang berbunyi bila jumlah permintaan lebih besar dari pada jumlah penawaran, maka harga akan naik, sedangkan jika jumlah penawaran lebih besar dari jumlag permintaan, maka harga akan turun.

Keseimbangan pasar secara grafis ditunjukkan oleh pertanyaan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran kondisi tersebut selanjutnya menginformasikan harga keseimbangan di pasar dan kesimbangan kwantitas dipasar.




Q: Quantity

E: Equilibrium

P: Price

E: Equilibrium


Baca Juga : Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna


Misalkan ditetapkan harganya OP1 pada harga OP1 jumlah harga yang diminta sebanyak P1 B. Unit atau OQ 3 Unit sadangkan jumlah barang yang ditawarkan sebanyak P1 A Unit atau OQ 2 Unit. Dengan demikian pada harga OP1 terjadi kelebihan jumlah yang diminta sebanyak AB Unit  atau sebanyak Q2 Q3 Unit.

Kelebihan jumlah yang diminta istilahnya disebut Excess Demand. Bila terjadi kelebihan jumlah yang diminta maka hanya akan bergerak naik menuju PE.  Apabila harga ditetapkan Op2 jumlah barang yang diminta sebanyak P2 K Unit atau Oq4 unit, sedangkan jumlah barang yang ditawarkan sebanyak P2L Unit atau Oq5 Unit dengan demikian pada harga yang ditawarkan (Excess Supply) sebanyak KL Unit atau Q4 Q5 Unit. Apabila terjadi Excess Supply harga akan bergerak menurun PE.


Harga keseimbangan dapat mengalami pergeseran/perubahan yang disebabkan oleh pergeseran kurva permintaan dan kurva penawaran.

a. Pengeseran Kurva Permintaan

Harga keseimbangan di pasar akan mengalami perubahan karena adanya faktor-faktor yang memengaruhi permintaan. Pada keadaan ini, ceteris paribus tidak berlaku. Perubahan kurva permintaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Pengeseran kurva permintaan ke kanan berarti adanya kenaikan jumlah barang yang diminta. Jika penawaran tidak berubah, maka akan mengakibatkan kenaikan harga dan kenaika jumlah barang yang terjual/terbeli. Sebaliknya pergeseran kurva penawaran ke kiri berarti terjadi penurunan permintaan, sehingga harga barang akan mengalami penurunan. Dari penjelasan di atas dapat digambarkan dalam kurva dibawah ini:


Keterangan:

DD : Kurva permintaan

SS : Kurva penawaran

D1D1 : Kurva permintaan yang bergeser ke kanan, sehingga harga naik menjadi OP1

D2D2 : Kurva permintaan yang bergeser ke kiri, sehingga harga turun menjadi OP2


b. Pergeseran Kurva Penawaran

Penawaran ke kanan berarti terjadi kenaikan jumlah barang yang ditawarkan. Jika permintaan tetap, maka harga akan mengalami penurunan. Sebaliknya pergeseran kurva penawaran ke kiri berarti terjadi penurunan jumlah penawaran barang, maka harga akan mengalami kenaikan.


Keterangan:

DD : Kurva permintaan

SS : Kurva penawaran

S1S1 : Kurva penawaran yang bergeser ke kanan, sehingga harga naik menjadi OP1

S2S2 : Kurva penawaran yang bergeser ke kiri, sehingga harga turun menjadi OP2


Referensi :

Ismawanto. 2009. Buku Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas X.


Penulis : Asri Nur Lestari