Hai, Greaters apa kabar? Hari ini, kita akan membahas tentang bagaimana suka dukanya kuliah kesehatan yang merupakan pengalaman dari penulis. Mengingat jurusan-jurusan kesehatan banyak sekali peminatnya, apalagi kedokteran. Ini artinya, banyak orang yang ingin mengabdikan dirinya demi kesehatan orang lain, masyarakat, bahkan lingkungan.

Kita akan membagi berdasarkan jurusan-jurusannya khususnya yang memiliki pendidikan sarjana, apa saja yang dipelajari (berdasarkan pengalaman pribadi penulis dan atau hasil interview dengan teman-teman penulis), bagaimana kehidupannya, lama waktu kuliah (yang dapat berubah sesuai kurikulum) serta gelar ketika lulus. Pembahasan akan fokus pada pendidikan sampai profesi, dan tidak membahas pendidikan setingkat S2, S3, ataupun Spesialis. Untuk biaya sendiri, tidak akan dibahas karena itu sangat tergantung dengan kampus, kapan masuk, dan jalur masuknya. Misal, Fakultas Kedokteran pun bisa tanpa biaya kuliah untuk mahasiswa-mahasiswa dengan beasiswa Bidik Misi.

1. Kedokteran

Sumber : Instagram @exploreunair

Jurusan Kedokteran merupakan jurusan yang paling banyak diminati pada rumpun ilmu kesehatan. Bahkan, jurusan ini sudah hits pada anak-anak TK. Pada beberapa kampus besar, Jurusan Kedokteran menjadi fakultas tersendiri. Jurusan ini dimulai dari jenjang S1 Kedokteran atau Pendidikan Dokter (nama prodi tergantung kampus) dan ditempuh selama 3,5 tahun (paling cepat). Jika, lulus S1 Kedokteran, maka seseorang mendapat gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked.). Setelah lulus S1, beberapa kampus memberikan kebebasan alumninya untuk mengambil jenjang Profesi Dokter (dr.) atau mengambil S2, sedangkan beberapa kampus lain mengintegrasikan kurikulum hingga jenjang profesi selama 2 tahun. Jadi, kalau cita-citamu bisa menyuntik pasien setidaknya dibutuhkan waktu 5,5 tahun untuk mendapat gelar dokter.

Lalu, apa yang dipelajari?

Di antara materi kuliah S1 yang dipelajari adalah Anatomi (tata letak organ tubuh), Histologi (ilmu jaringan tubuh), Biokimia (reaksi kimia dalam tubuh), Fisiologi atau Faal (kondisi tubuh dalam keadaan sehat), Patofisiologi (kondisi tubuh saat sakit), dan masih banyak lainnya. Sedangkan pada jenjang profesi selain kuliah, juga dilakukan praktik berdasar stase seperti stase Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Bedah, dan masih banyak lainnya.

Pertanyaan muncul, bagaimana alau pengin kuliah kedokteran terus takut darah dan mayat gimana? Pada dasarnya, kuliah Kedokteran tidak selalu ketemu darah dan mayat. Lagipula, seiring berjalannya waktu kita akan terbiasa dan merasa kebal terhadap hal seperti itu.

2. Kedokteran Gigi

Sumber gambar : Instagram drg. Nia Rahma Lutfiani, @nialutfiani

Nah, ini jurusan kedua yang juga banyak diminati, selain "menampung" mereka-mereka yang "gagal" masuk kedokteran. Sudah dipastikan kalau kuliah Kedokteran Gigi akan mempelajari ilmu gigi secara lebih mendalam. Kedokteran Gigi dapat merupakan suatu Fakultas tersendiri atau menjadi suatu jurusan, tergantung dari kampusnya. Pendidikan ini dimulai dari jenjang S1 Kedokteran Gigi yang jika telah lulus mendapatkan gelar S.KG. dan dapat ditempuh selama 3,5 tahun. Pendidikan yang berkaitan dengan kesehatan gigi juga terdapat dalam jenjang D3 untuk jurusan Teknik Kesehatan Gigi (ahli pembuat gigi palsu) dan Keperawatan Gigi.

Beberapa kampus, memberikan kebebasan untuk mahasiswanya melanjutkan ke jenjang Profesi Dokter Gigi (drg.) atau mengambil S2. Pendidikan Profesi Dokter Gigi dapat ditempuh secepatnya 1,5 tahun. Jadi, untuk mendapat gelar drg. setidaknya dibutuhkan waktu selama 5 tahun.

Lalu apa yang dipelajari?

Secara umum mirip dengan materi-materi Kedokteran, hanya lebih spesifik pada Gigi dan Mulut. Spesifikasi ilmu akan didalami bagi drg. yang melanjutkan pendidikan spesialis, seperti Sp.KG. (Spesialis Konservasi Gigi, membetulkan kerusakan gigi), Sp.BM (Bedah Mulut), Sp.Perio. (Periodonsi atau ilmu gusi dan teman-temannya), Sp.Prost. (Prostodonsi, jika ingin membuat gigi palsu), Sp.KGA (Gigi Anak), dan Sp.Ort. (Ortodonsi, jika ingin memasang behel misalnya)

3. Farmasi

Sumber gambar : Farmasi Komunitas FF UNAIR

Nah, ini pendidikan yang pernah penulis tempuh. Tenang, bukan karena penulis gagal masuk FK murni keinginan penulis, melanjutkan pendidikan saat sekolah menengah. Seperti, jurusan kesehatan lainnya, pada kampus-kampus besar Farmasi merupakan suatu fakultas, sedang pada yang lainnya merupakan jurusan atau program studi.

Pendidikan Farmasi saat ini dimulai dari jenjang Sekolah Menengah yang menghasilkan lulusan sebagai Asisten Tenaga Kefarmasian, jenjang D3 dengan gelar A.Md.Far. sebagai Tenaga Teknis Kefarmasian, jenjang S1 dengan gelar S.Farm. (pada lulusan lampau dapat bergelar S.Far., S.F., S.Si., atau Drs./Dra.) dilanjutkan Pendidikan Profesi sebagai Apoteker (Apt.). Lama pendidikan S1 dilanjutkan Profesi saat ini dapat ditempuh selama 5 tahun.

Lalu apa yang dipelajari?

Secara umum meliputi Ilmu-Ilmu Kedokteran, Ilmu Matematika dan IPA, dan Ilmu Sosial.

4. Keperawatan

Sumber gambar : Instagram Ns. Martha Hardita, @marthe.hardita

Keperawatan, ilmu yang juga banyak peminatnya. Tampak terlihat jelas kampus-kampus yang membuka jurusan keperawatan. Seperti halnya Farmasi, Pendidikan Keperawatan dimulai dari jenjang Sekolah Menengah (SMK) sebagai Asisten Keperawatan, sampai ranah Profesi Ners.

Pendidikan setara Sarjana (S.Kep.) ditempuh sekitar 4 tahun dan dilanjutkan Pendidikan Profesi Ners. (Ns.) selama sekitar 1 tahun. Jadi, untuk mendapatkan gelar S.Kep., Ns. dibutuhkan waktu sekitar 5 tahun. Uniknya, pada beberapa kampus, kuliah keperawatan "sengaja" dilakukan malam hari atau setelah Subuh untuk melatih calon-calon Ners. terbiasa hidup 24 jam.

Lalu apa yang dipelajari?

Ilmu-Ilmu Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Keperawatan. Di antara ilmu-ilmu khusus keperawatan seperti Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Geriatri (Lansia), Keperawatan Masyarakat, Kegawatdaruratan, dsb.

5. Kesehatan Masyarakat

Ilmu Kesehatan Masyarakat merupakan ilmu kesehatan yang banyak menggabungkan antara ilmu eksak dan ilmu sosial. Di Indonesia, mungkin orang masih memandang miring jurusan ini, tetapi coba lihat pendidikan setara S2 dan S3 Kesehatan Masyarakat (Public Health) lebih banyak dari jurusan-jurusan lain. Saat ini, Ilmu Kesehatan Masyarakat belum memiliki pendidikan profesi, sehingga untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi sebagai Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM.) dapat ditempuh selama 4 tahun.

Lalu apa yang dipelajari?

Secara khusus juga mempelajari ilmu-ilmu kesehatan, termasuk tentang kebijakan publik (oleh pemerintah) di bidang kesehatan, selain itu juga mempelajari tentang Epidemiologi (penyebaran penyakit), Penyuluhan Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lingkungan, dsb.

6. Gizi

Gizi, jurusan baru yang sangat hits bahkan mengalahkan jurusan lain. Sebenarnya Gizi bukan merupakan jurusan baru, sebelumnya dapat tergabung pada jurusan kedokteran atau kesehatan masyarakat. Jurusan ini menjadi banyak dibutuhkan terutama sejak adanya peraturan baru bahwa tidak hanya dokter yang wajib menulis pada rekam medis pasien. Perawat, Farmasi, Gizi, dan tenaga kesehatan lain yang memiliki Surat Izin Praktik berhak untuk melakukan perawatan kepada pasien sesuai kompetensinya.

Jurusan gizi ini sangat dibutuhkan dalam penentuan diit pasien sesuai dengan kondisi klinis mereka. Nutrisionis akan menentukan jenis makanan dan kebutuhan kalori, berdasar antropometri (tinggi dan berat pasien) serta penyakit pasien. Pendidikan yang harus ditempuh untuk menjadi seorang Nutrisionis atau Sarjana Ilmu Gizi (S.Gz.) dibutuhkan waktu setidaknya selama 4 tahun.

Nah Greaters, kurang lebih seperti itu penjelasan tentang Jurusan Kesehatan. Bagi kamu yang memiliki impian juga di bidang kesehatan, semoga kamu bisa menggapai apa yang dicita-citakan. Semangat!