Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Palu, Sulawesi Tengah, Agus Salim Wahid mengatakan sebanyak 55 orang menjadi relasi demokrasi Pemilu serentak 2019 dari berbagai latar belakang pendidikan.

"Sementara jumlah basis yang ada saat ini 11, termasuk basis perempuan dan disabilitas," kata dia di Palu, Selasa.

Ia menjelaskan setiap basis terdiri atas lima relawan dengan menjangkau seluruh kecamatan yang ada di Ibu Kota Provinsi Sulteng sebanyak 14 wilayah teritorial.

Para Relasi demokrasi tersebut cukup gencar melakukan kegiatan langsung ke permukiman penduduk. Bahkan sampai di wilayah-wilayah yang masih sulit akses transportasi.

Seperti di Kecamatan Ulujadi, ada sekitar 150 orang yang memiliki hak pilih, permukiman mereka ada di pegunungan dan untuk menuju lokasi mereka masih sangat sulit.

Baca juga Indra syafri : Ezra Walian Ditunggu hingga Minggu ini

Belum ada akses jalan memadai ke sana. "Yang ada akses jalan untuk jalan kaki atau naik sepeda motor yang sudah dimodifikasi sesuai dengan medan jalan," katanya.

KPU bersama tim relasi demokrasi sudah menyisir dan memberikan sosialisasi kepada ratusan pemilih yang seluruhnya adalah Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Karena mereka rata-rata belum mengerti bahasa Indonesia, maka untuk kegiatan sosialisasi yang baru dilakukan sekali itu, KPU dan relasi demokrasi harus menggunakan juru bicara (penterjemah bahasa) yang memang mengerti dengan bahasa mereka.

"Ini merupakan tantangan bagi KPU, bagaimana agar mereka saat pelaksanaan Pemilu serentak Presiden, DPR, DPRD, dan DPD pada 17 April 2019 bisa datang ke tempat pemungutan suara (TPS)," kata Agus.

Mengingat lokasi permukiman yang cukup jauh dan akses jalan belum memadai, maka penempatan TPS tentu harus diperhitungkan agar tidak terlalu jauh dari permukiman mereka.

Agus menambahkan prioritas kegiatan sosialisasi lebih diarahkan kepada lokasi-lokasi yang selama ini menjadi tempat penampungan pengungsi korban gempa, tsunami dan likuifaksi, masyarakat pinggiran dan juga kaum disabilitas.

"Alhamdulillah, semuanya sudah terjangkau karena mendapat bantuan dari para relasi demokrasi Pemilu 2019 yang selama ini cukup intens turun ke lapangan memberikan pencerahan dan edukasi tentang pesta demokrasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali itu.


Sumber    : antaranews.com

Gambar    : terassulbar.co

Penulis    : Anas Masa