Ingat bahwa permukaan bumi berupa dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan dan laut. Manusia dengan semua kegiatannya mampu mengubah permukaan bumi. Perubahan ini bertujuan untuk kesejahteraan manusia. Akan tetapi terkadang perubahan itu membawa dampak negatif.


Baca Juga : Proses Daur Air dan Kegiatan Manusia yang Dapat Mempengaruhinya


Berikut merupakan kegiatan manusia mengubah permukaan bumi :

  1. Perubahan Permukaan Bumi Akibat Pertanian, kebutuhan akan pangan dari hari ke hari selalu meningkat. Oleh karena itu, manusia melakukan budidaya tanaman, seperti membuat ladang, sawah, dan kebun. Untuk meningkatkan hasil produksi pertanian diperlukan usaha dari manusia. Usaha tersebut, antara lain, dengan pancausaha tani dan membuat sengkedan pada tanah pertanian yang miring. Sengkedan dibuat agar humus tidak mudah terbawa air. Pancausaha tani adalah usaha untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengolah lahan yang akan digunakan, memilih bibit unggul, pengairan atau irigasi, pemupukan, dan pemberantasan hama. Pengelolaan lahan pertanian merupakan salah satu kegiatan manusia yang mengubah permukaan bumi. Pengubahan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dahulu, pengolahan lahan pertanian menggunakan bajak bertenaga hewan. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, para petani mulai menggunakan traktor untuk menghemat tenaga dan waktu.
  2. Perubahan Permukaan Bumi Akibat Pembangunan Permukiman (Perkotaan), jumlah penduduk di negara kita selalu bertambah. Bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan makin meningkatnya kebutuhan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal dan perkantoran yang sangat tinggi, orang kota terpaksa mengubah lahan pertanian dan lahan kosong menjadi daerah pemukiman. Untuk menyiasati makin sempitnya lahan, dibuat rumah susun. Saat ini, pemerintah membuat program rusunawa. Rusunawa adalah rumah susun sederhana sewa. Pembangunan rumah di lahan yang tepat akan berdampak positif. Misalnya, pembuatan rumah pada lahan yang kurang baik untuk pertanian. Akan tetapi, jika bukit-bukit yang rimbun oleh pepohanan dialihfungsikan menjadi lahan perumahan, akan berdampak negatif bagi lingkungan.
  3. Perubahan Permukaan Bumi Akibat Pembangunan Jalan, pembangunan yang makin pesat, mengakibatkan kebutuhan jalan makin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan sarana transportasi tersebut, sering dilakukan kegiatan yang menuntut adanya perubahan fungsi. Perubahan tersebut antara lain, mengubah lahan pertanian, membuka hutan, dan membongkar bangunan untuk dijadikan jalan. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor juga dapat menyebabkan kemacetan. Untuk mengatasi kemacetan dilakukanlah pelebaran jalan. Pelebaran jalan atau pembangunan jalan baru dapat menyebabkan lahan pertanian beralih fungsi.
  4. Pembendungan Sungai, pada umumnya air sungai akan terus mengalir dan akhirnya sampai ke laut. Namun, manusia membendung sungai yang besar untuk menggerakkan turbin air. Turbin ini dapat menghasilkan energi listrik. Manusia juga membangun bendungan atau waduk untuk menyimpan air. Pembangunan waduk berarti telah mengubah permukaan bumi. Air waduk sangat berguna sebagai air cadangan di musim kemarau. Air ini dapat digunakan untuk mengairi lahan pertanian.
  5. Bahan Bangunan, pembangunan yang pesat mengakibatkan kebutuhan jalan dan tempat tinggal makin meningkat. Tentu saja untuk memenuhi semua itu diperlukan bahan bangunan. Untuk memperoleh bahan bangunan, terkadang mengakibatkan perubahan bentuk permukaan bumi. Penambangan kapur dapat mengubah gunung kapur menjadi dataran. Penambangan pasir dan batu dapat menyebabkan tanah longsor.

Baca Juga : Berkenalan dengan Gempa Bumi


Referensi :

Priyono, dan Titik Sayekti. 2010. Ilmu Pengetahuan Alam 5.  Jakarta. Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional. (Bab 15). 

Priyono, Amin, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam 5 untuk SD dan MI Kelas V. Jakarta. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. (Bab 11).

Rositawaty, S dan Aris Muharam. 2008. Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 5 untuk Kelas V Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.


Penulis : Rahma Dona