Hallo Greaters! Bagaimana kabarnya, nih? Semoga sehat selalu, ya. Nah, tulisan yang akan kalian baca saat ini adalah tentang kalimat efektif. Kalimat efektif sering sekali dipertanyakan dalam soal UN mulai dari SD-SMA bahkan tes masuk perguruan tinggi, lho! Bagi kalian yang masih bingung mengenai seluk-beluk kalimat efektif, kalian bisa baca tulisan ini sampai selesai, ya, Greaters! Selamat membaca!

A. Pengertian Kalimat Efektif

Secara umum, kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau pembicaran penulis atau pembicara; sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dengan apa yang ada di dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

Secara singkat, kalimat efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, dan hemat (tidak bertele-tele).

B. Ciri-ciri Kalimat Efektif

Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1. Koheren

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), koherensi adalah hubungan logis antara bagian karangan atau antara kalimat dalam satu paragraf. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang harus memiliki hubungan yang logis dan nyambung antara kalimat satu dan kalimat selanjutnya.

2. Kohesif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kohesi merupakan keterkaitan antarunsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana yang ditandai dengan konjungsi, pengulagan, penyulihan, atau pelepasan.

                Contoh:

Dia tetap belajar meskipun sudah mengantuk.

Kalimat tersebut kohesif karena ditandai dengan adanya konjungsi, yaitu meskipun. Kata meskipun merupakan konjungsi yang menandai adanya hal yang bertentangan atau berlawanan.

3. Kesejajaran/Keparalelan

Kesejajaran atau keparalelan merupakan kesamaan imbuhan atau jenis kata yang terdapat dalam suatu kalimat.

                Contoh:

Syahril memilih dan membeli buah-buahan di pasar tradisional.

Kalimat tersebut efektif karena adanya kesejajaran. Hal tersebut ditandai dengan kata memilih dan membeli. Kedua kata tersebut memiliki imbuhan me-N.

4. Ketegasan

Ketegasan dalam kalimat efektif merupakan penegasan yang dilakukan dalam suatu kalimat dengan cara menekankan/mengulang suatu kata tertentu.

5. Kehematan

Kalimat efektif haruslah hemat. Artinya, tidak boros atau tidak menggunakan makna yang sama dalam satu kalimat.

6. Kelogisan

Suatu kalimat yang efektif, haruslah masuk akal atau logis sehingga kelogisan pun menjadi salah satu ciri kalimat efektif.


C. Ketidakefektifan Kalimat


Dalam soal SBMPTN, suatu teks akan mempertanyakan tentang kalimat yang efektif atau kalimat yang tidak efektif. Untuk mengetahui dan mencari ketidakefektifan sebuah kalimat, bisa dilihat dari beberapa hal berikut ini:

1. Kejelasan S dan P

Hal yang pertama yang bisa dilakukan untuk menentukan kalimat tersebut efektif atau tidak adalah dengan menentukan S dan P-nya. Jika tidak ada S atau P dalam kalimat tersebut, kalimat itu tidaklah efektif.

Contoh:

Pergi ke Jakarta dengan seorang diri. (Subyeknya tidak jelas)

Kalimat tersebut tidak efekif karena ketidakjelasan subjek. Subjeknya tidak jelas karena tidak diketahui siapa yang akan pergi ke Jakarta dengan seorang diri tersebut.

2. Ketepatan penggunaan tanda baca

Penggunaan tanda baca harus sesuai dengan ketentuan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Kalimat yang tidak efektif bisa dilihat dari penggunaan tanda baca yang tidak tepat. Tanda baca yang sering dipermasalahkan dalam kalimat efektif adalah tanda baca koma (,).

Contoh:

Kemarin Budi terjatuh dari sepeda motor di jalan raya.

Kalimat tersebut tidak efektif karena terdapat tanda baca yang tidak digunakan di kalimat tersebut. Seharusnya, tanda baca koma (,) diletakan setelah kata kemarin karena jika tidak, kalimat tersebut hanya menduduki fungsi keterangan waktu (kata kunci: kemarin).

3. Penggunaan bilangan

Penggunaan bilangan terbagi menjadi dua cara, yaitu menggunakan angka dan menggunakan tulisan. Penggunaan bilangan yang menggunakan angka digunakan pada saat kalimat tersebut merupakan kalimat perincian dan bilangannya lebih dari 2 kata. Penggunaan bilangan yang menggunakan huruf digunakan pada saat kalimat tersebut bukan merupakan perincian dan bilangannya terdiri dari 1 atau 2 kata.

Contoh:

Ibu membeli buah apel sebanyak 10 kilo. (Harusnya ditulis sepuluh)

Kalimat tersebut tidak efektif karena terdapat penggunaan bilangan yang kurang tepat. Seharusnya, bilangan 10 tidak ditulis dengan angka, melainkan dengan huruf karena hanya terdiri dari satu kata.

4. Kehematan

Sama halnya dengan ciri kalimat efektif, cara untuk menentukan ketidakefektifan sebuah kalimat dapat dilihat dari kehamatan kalimat tersebut.

Contoh:

Andi belajar dengan rajin agar supaya mendapatkan hasil yang maksimal saat ujian SBMPTN nanti.

Kalimat tersebut tidak efektif karena terdapat pemborosan kata, yaitu kata agar dan supaya. Kedua kata tersebut memiliki makna yang sama sehingga harus dipilih salah satu.

5. Kelogisan

Ketidakefektifan sebuah kalimat dapat dilihat apakah kalimat tersebut logis atau tidak.

Contoh:

Pencuri itu berhasil menangkap polisi. (Polisi yang seharusnya menangkap polisi)

Kalimat tersebut tidak masuk akal/tidak logis karena yang berhasil menangkap pencuri itu bukanlah polisi, melainkan pencuri yang berhasil menangkap polisi. Ini logikanya terbalik sehingga kalimat tersebut tidak efektif.

6. Keambiguan

Jika suatu kalimat memimbulkan makna ganda/ambigu, kalimat tersebut tidaklah efektif.

Contoh:

Anak dokter Andi sakit.

Kalimat tersebut ambigu karena orang yang membacanya akan menafsirkan bahwa

1. Seseorang memberitahu pada anaknya bahwa dokter Andi yang sakit.

2. Seseorang memberitahu bahwa yang sakit adalah anak dari dokter yang bernama Andi.

Nah, Greaters itulah pembahasan tentang materi kalimat efektif. Bagaimana, nih? Sekarang, kalian menjadi lebih tahu dan paham tentang kalimat efektif, bukan?

Terima kasih sudah membaca tulisan sampai selesai. Semoga bisa bermanfaat, ya! Sampai jumpa di tulisan berikutnya!


Sumber gambar utama: qudsfata.com


Penulis: Astri Asmayanti