Menjelang malam itu

Menghadap gelap

Benar-benar akan gelap pasti

Tebing hening tak bernyanyi


Tinggi meninggi

Tegak tak gagap mengakak iya di kaki-kaki langit

Segak tak galak menggelak tidak di tumit-tumit bukit

Mengucap janji yang ku tahu itu sunyi


Setengah mati, bersiap menjadi permaidani

Tempat berbaring hatinya yang telah asing

Tiada janji, hanya ada selalu ada

Sekalipun dalam jiwa tiada hampa


Menjelang malam itu

Menghadap gelap

Bersaksilah alam

Hutan, bukit, batu, air, malam dan gelap

Yang diamnya mungkin teriak panjang tertawa lantang


Tersebab berpura tak kira-kira

Atau meratap menangis menjerit perit 

Tersebab mengalah tak sudahsudah

Basah hatimu basah


Lebih basah dari hujan yang mengguyur kita

Perih jiwamu mendidih

Beku membeku

Lebih beku dari batu-batu


Malam sudah tak lagi menjelang

Gelap tak lagi menghadap

Gelap benarbenar telah senyap

Kita masih tak perduli


Masih di sini di antara kecipak riak hujan dan lembah

Segak menggelak janji

Janji iya untuk tidak pernah tidak

Ada dalam tiada


Janjimu padaku adalah janji tebing kepada hening

Takkan bergeming oleh duka dan musim


Baca juga Memperbaiki Hati untuk Kehidupan yang Lebih Baik