Jam pelajaran Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Magelang, Jawa Tengah dikurangi lima menit selama Ramadhan agar para siswa bisa menjalani puasa dengan tenang, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Taufik Nurbakin.

"Masing-masing jam pelajaran dikurangi lima menit," kata dia di sela Pawai Tarhib di kawasan alun-alun timur Kota Magelang, Minggu.

Ia menjelaskan untuk tingkat SD, setiap jam pelajaran dikurangi lima menit dari 35 menjadi 30 menit, sedangkan tingkat SMP dari 40 menjadi 35 menit.

Selain itu, kata dia, jam masuk sekolah juga mengalami perubahan, yakni mundur selama 30 menit dari biasanya pada pukul 07.00 menjadi pukul 07.30 WIB.

Ia menjelaskan pengurangan jam pelajaran dan perubahan jam masuk sekolah tersebut untuk memberikan kesempatan kepada para siswa yang beragama Islam agar menjalani puasa dengan lebih tenang dan suasana yang kondusif.

Baca juga: Sekolah Diingatkan Larangan Jual Beli Kursi di PPDB

Pihaknya juga meminta setiap pengelola sekolah untuk mengurangi berbagai aktivitas siswa yang bersifat fisik, antara lain olahraga dan kerja bakti.

Setiap sekolah, ujar dia, meningkatkan kegiatan keagamaan selama Bulan Suci Ramadhan, antara lain melalui pembelajaran untuk peningkatan akhlak mulia, pemahaman, dan pengamalan ajaran agama.

Berbagai kegiatan ekstrakurikuler, kata dia, juga diarahkan kepada hal-hal yang bernuansa pendidikan moral.

Ia mencontohkan tentang berbagai kegiatan siswa selama Ramadhan itu, antara lain pesantren kilat, pengumpulan zakat, dan latihan dakwah.

Para siswa yang beragama selain Islam, katanya, diarahkan juga untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan agamanya.

Sumber: Antaranews.com
Gambar: Nasional.tempo.com