Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengatakan siswa tidak hanya membutuhkan pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dengan melibatkan guru, wali kelas, keluarga, dan didukung dengan kegiatan ekstrakulikuler.

"Tidak hanya pendidikan akademik saja, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan mental siswa guna meminimalkan adanya kenakalan remaja," kata Ridho, di Bandarlampung, Sabtu.

Ia menyebutkan kasus kekerasan siswa seperti Audrey siswa SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, tak terjadi lagi, salah satunnya dengan memberikan pendidikan karakter serta kegiatan positif lainnya.

Ia juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan kepala sekolah dan guru-guru di Lampung terkait penanggulangan kenakalan remaja.

Baca juga: 19.047 Peserta Ikuti UTBK Gelombang Pertama di UGM

Karena itu, ia mengimbau kepala sekolah dan para guru terus peduli terhadap pendidikan siswanya serta mengambil langkah-langkah dan mekanisme agar kasus kenakalan remaja atau bullying dapat diminimalkan.

Ridho juga menginginkan tempat pengaduan dan mekanisme terhadap kasus-kasus kekerasan atau perundung.

"Kita harus membuat tempat pengaduan, mekanisme pengaduan perundungan itu seperti apa, dan penyelesaian kasusnya bagaimana,” kaqtanya.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Bayana, menjelaskan dalam memberikan perlindungan anak dan mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak, pihaknya terus menyosialisasikan berbagai program terkait perlindungan terhadap anak, seperti sekolah ramah anak dan menciptakan kota layak anak.

"Sekolah harus mampu menciptakan sekolah aman ramah dengan membangun kelompok sekolah sehingga saling melindungi satu sama lain, membangun karakter anak, dengan harapan kenakalan remaja dapat berkurang," katanya. 

Sumber: Antaranews.com

Gambar: Jawa pos