Mata Pelajaran    : Fisika

Kelas                        : 8 SMP 

Kurikulum                : K 2013-Revisi

  

1. Pengertian Getaran

      Tentunya dalam kehidupan sehari-hari yang kita alami, kita pasti sering melihat atau bahkan mebuat suatu benda menjadi bergetar. Misalnya senar gitar yang bergetar hingga menghasilkan bunyi ketika kita petik, drum ketika kita pukul, sebuah bandul jam yang dapat bergerak bolak-balik secara teratur. Berdasarkan bandul jam, senar gitar, dan drum tersebut, lantas apa pengertian dari getaran itu dan apa saja cirinya?

    Benda-benda yang kita bahas seperti bandul, jam, dan kemudian drum dapat bergetar ketika kita berikan sebuah simpangan. Perhatikan gambar dibawah ini!!


Sumber: idSCHOOL

Perhatikan gambar di atas! Gambar itu merupakan gambar bandul sederhana. Mula-mula kedudukan bandul itu berada pada titik B (posisi setimbang). Kemudian bandul itu diberikan gaya berupa gaya tarik (simpangan) sehingga bergeser pada gambar A. Kemudian kita lepaskan bandul tersebut maka bandul tersebut akan bergerak kearah 0 dan akan membentuk posisi baru yaitu bagian C. Maka bandul akan bergerak bolak balik secara terus menerus dan terus melalui titik kesetimbangan (titik B).

 Gerak bandul dari posisi A ke B Ke C dan ke B dan kembali ke A disebut satu getaran penuh. Sedangkan gerak bandul dari posisi A-B-C ialah disebut setengah getaran. Sehingga dapat didefinisikan bahawa getaran adalah gerak bolak-balik suatu benda secara teratur melalui titik kesetimbangan. Salah satu ciri suatu getaran ialah terdapatnya simpangan (amplitudo). Amplitudo itu sendiri terlihat pada posisi bandul dari A-B dan B-C.

   Simpangan itu ialah jarak terdekat atau terjauh yang ditempuh dari titik tengah (titik kesetimbangan) yang bergerak ke kanan maupun ke kiri. Sementara itu, yang dimaksud dengan amplitudo ialah simpangan terjauh dari titik kesetimbangan, sehingga untuk simpangan terdekat tidak disebut amplitudo. Lambang dari amplitudo sendiri dilambangkan dengan huruf A dengan satuan meter (m).

2. Periode Getaran (T)   

    Waktu yang diperlukan oleh bandul untuk melakukan sebuah getaran disebut dengan periode (waktu getar). Oleh karena itu, periode ialah waktu yang diperlukan oleh suatu benda untuk melakukan getaran penuh, dan satuannya adalah sekon (detik). Periode hanya dipengaruhi oleh panjang tali bandul, dan tidak dipengaruhi oleh amplitudonya.

Persamaan umum periode getaran:

T = t/n . Keterangan : T = periode (sekon)

           t = waktu (s )

           n = banyaknya getaran.

3. Frekuensi Getaran (f)

Sebuah getaran juga memiliki ciri lain, yaitu sebuah frekuensi getaran. Di mana frekuensi getaran merupakan jumlah getaran yang terjadi dalam satu detik dan satuannya HZ atau getaran persekon.

     Persamaan umum frekuensi getaran:

     F = n/t . Keterangan:

f = frekuensi (Hz atau hetaran per sekon)

t = waktu (s )

n = banyaknya getaran.

HEWAN LEBIH PEKA TERHADAP GETARAN!

     Sebuah benda akan menimbulkan yang namanya getaran yang berubah-ubah pada permukaan tanah dan air. Sedangkan petir menyebabkan perubahan elektromagnetik di langit.  Beberapa penelitian menunjukkan terhadap beberapa hewan yang memiliki kepekaan yang luar biasa dalam indra pendengaran dan penciuman. Riset-riset yang dilakukan pun menunjukkan bahwa beberapa ikan menunjukkan kepekaannya terhadap getaran dengan frekuensi rendah hingga frekuensi tinggi.  Selain ikan, masih banyak sekali hewan yang mampu merasakan perubahan gerak tanah di antaranya gajah.

Contoh soal:

1. Sebuah bandul jam bergetar sebanyak 600 kali, berapakah besar frekuensi itu dalam waktu 5 menit?

Jawab:

Diketahui

n = 600 kali

t = 5 menit = 5 x 60 sekon = 300 detik

ditanya f?

penyelesaian: ingat rumus pada frekuensi

f= n/t , maka

f= 600 kali / 300 detik = 2 Hz

Sehingga dapat diketahui bahwa besar frekuensi ialah 2 Hz.

2. Sebuah pegas yang diberi suatu beban bergetar sebanyak 30 kali dari titik kesetimbangannya. Berapakah selang waktu pada pegas jika diketahui besar periodenya 6 sekon?

Jawab:

Diketahui

n = 30 kali

T = 6 sekon

ditanya t?

penyelesaian: ingat rumus pada frekuensi

T= t/n , maka:

t= T x n

t= 6 sekon x 30 kali

t = 180 sekon.

 Referensi: 

 Abadi Rinawan. 2010. IPA TERPADU. IntanPariwara.


Penulis    : Deby Permana