Keberadaan formalin dikenal sebagai pengawet spesimen atau biasa digunakan untuk mengawetkan mayat. Formalin merupakan senyawa organik, Greaters. Kali ini kita akan membahas mengenai formalin mulai dari rumus kimia dan gugus fungsinya. Berikut penjelasan mengenai formalin.

Aldehid atau Alkana

Kandungan yang ada di dalam formalin disebut dengan aldehid. Aldehid termasuk pada golongan senyawa karbonil, di mana gugus karbonil ini berikatan dengan atom hidrogen pada ujung rantai induknya dengan rumus umum RCOH.

Tata Nama

Penamaan aldehid terbagi menjadi dua yaitu sistem IUPAC dan trivial. Menurut sistem IUPAC, penamaan aldehid diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran –a menjadi –al. Oleh karena itu, aldehid disebut juga alkanal. Tata nama aldehid sama dengan tata nama pada alkohol, rantai utama dan terpanjang yang harus mengandung gugus aldehid. Sedangkan penamaan trivial dilihat dari jumlah atom karbon dengan diikuti kata aldehid setelahnya. Aldehid sudah dikenal sejak lama sehingga penamaan menggunakan nama trivial lebih sering dipakai.

Contoh:

HCOH

IUPAC : metanal

Trivial: formaldehid

Berikut beberapa nama IUPAC dan trivial senyawa aldehid:

Isomer

Aldehid memiliki rumus umum CnH2nO. Rumus umum ini sama dengan senyawa keton, sehingga aldehid dan keton berisomer gugus fungsi.

Sifat Fisika

Aldehid tidak memiliki ikatan hidrogen antar molekulnya. Aldehid dengan massa molekul relatif (Mr) rendah memiliki aroma yang tajam. Contohnya adalah HCHO pada metanal atau formaldehid dan CH3COH pada etanal atau asetaldehid. Dengan meningkatnya massa molekul relative (Mr) aldehid, maka aromanya menjadi lebih harum. Beberapa aldehid dari hidrokarbon aromatis memiliki aroma khas yang menyegarkan.

Baca juga Mempelajari Alkohol melalui Gugus Fungsi Alkohol, Kimia Kelas 12

Sifat Kimia

Berikut ini reaksi kimia yang dihasilkan:

1. Reaksi Reduksi

Reduksi aldehid (reaksi dengan H2) akan menghasilkan alkohol primer. R — COH + H2 → R — CH2 — OH

2. Reaksi Oksidasi

Reduksi aldehid dapat menghasilkan asam karboksilat. R — COH → R — COOH

3. Reduksi Larutan Fehling dan Tollens

Hasil reduksi aldehid dengan larutan Fehling akan menghasilkan endapan merah bata, sedangkan redusi dengan pereaksi Tollens akan menghasilkan endapan cermin perak. Hal ini yang dapat membedakan aldehid dan keton, di mana pereaksi ini tidak bereaksi dengan keton.

Aldehid + Fehling

R — COH + 2CuO → R — COOH — Cu2O(s)

Cu2O adalah endapan merah bata

Aldehid + Tollens

R — COH + 2Ag(NH3)OH → R — COOH + 4NH3 + H2O + 2Ag(s)

Ag adalah endapan cermin perak

4. Adisi HCN

R — COH + HCN → R — CH(OH) — CN

Sintesis

Aldehid disintesis melalui oksidasi alkohol primer. Persamaan reaksi secara umum adalah sebagai berikut:

Alkohol primer → aldehid

R — CH2 — OH → R—COH

Oksidator yang digunakan adalah oksidator kuat seperti KMnO4, NaIO4, atau K2Cr2O7.

Selain melalui oksidasi alkohol primer, sintesis aldehid dapat juga dilakukan dengan reaksi riedel-craft menggunakan aril halogen dan katalis AlCl3 atau AlBrO3. Disamping itu, dapat juga dilakukan pembuatan senyawa aldehid ini dengan pereaksi Grignard (R–Mg–X).

Kegunaan

Sumber: sainskimia.com

Formaldehid diperoleh melalui oksidasi metanol. Gas yang terbentuk jika dilarutkan ke dalam air sampai 37% dinamakan formalin, dijual sebagai pengawet spesimen atau benda-benda anatomi. Kegunaan utama formaldehid untuk industri plastik, insektisida dan resin.

Jadi, formalin atau dengan nama lain formaldehid merupakan salah satu gugus fungsi dari aldehid. Jadi jangan bingung ya karena tata namanya ada dua, namanya berbeda, padahal satu zat saja.

Sumber gambar utama: pixabay.com

Baca juga Pengertian MTBE dengan Memahami Gugus Fungsi Eter, Kimia Kelas 12