Greaters, pasti kamu sudah tidak asing dengan bahasa Sanskerta, apalagi yang suka dengan pelajaran sejarah. Prasasti-prasasti peninggalan di jaman kerajaan sangat kental sekali dengan penggunaan bahasa Sanskerta. Tapi, apakah kamu tahu sejarah bahasa Sanskerta berasal dari mana hingga Indonesia di jaman kerajaan menggunakan bahasa tersebut? Ternyata, bahasa yang kita pakai sehari-hari tak lepas dari campur tangan bahasa Sanskerta atau Jawa Kuno.

Lanjut ke pembahasan masuknya bahasa Sanskerta ke Indonesia yuk...


Sumber: Shutterstock

Bahasa Sanskerta mulai dikenal di Indonesia pada abad ke-5 M, sejak zaman peradaban Hindu masuk ke wilayah Indonesia yang dibawa oleh pendeta dari India. Kemudian budaya Hindu mencapai kejayaan pada abad ke-7 M yang ditandai dengan banyaknya kerajaan Hindu yang berdiri di Nusantara. Itulah mengapa bahasa Sanskerta menjadi bahasa pertama yang berpengaruh terhadap perkembangan bahasa di Nusantara.

Bahasa sanskerta diyakini sebagai bahasa yang ‘tinggi’ serta dipakai untuk keperluan agama dan ilmiah. Oleh karena itu, di India bahasa Sanskerta menjadi penanda status sosial seseorang karena hanya diajarkan pada mereka yang berasal dari kasta tinggi. Kata Sanskerta, dalam bahasa Sanskerta artinya adalah "bahasa yang sempurna". Maksudnya, lawan dari bahasa Prakerta atau bahasa rakyat.

Bahasa Sanskerta sebenarnya merupakan rumpun dari bahasa Indo-Eropa paling tua yang disebut-sebut sebagai bahasa klasik India. Bahasa Sanskerta kemudian berkembang dan memberikan pengaruh terhadap bahasa di anak benua India. Bahasa yang berasal dari Indo-Eropa tersebut kemudian menjadi cikal bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang kita pakai sehari-hari.

Mari kita bahas lebih dalam jika kamu masih bingung...

Kontak lintas-budaya Indonesia dengan bangsa lain menyebabkan terserapnya kata-kata dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Selain diperkaya oleh kata-kata dari bahasa-bahasa daerah di Nusantara, kosa kata bahasa Indonesia juga diserap dari bahasa asing antara lain Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, Inggris, China, dan lain sebagainya.

Banyak orang mengira, kata-kata seperti agama, durhaka, surga, neraka, pahala, dan dosa berasal dari bahasa Arab. Padahal, tidak semua orang Indonesia menyadari bahwa sesungguhnya kata-kata tersebut diserap dari bahasa Sanskerta, yang memang lebih dulu masuk mempengaruhi bahasa-bahasa di Nusantara. Memang, dalam kehidupan masyarakat Indonesia selama ini, kata-kata serapan dari bahasa Sanskerta banyak dipakai untuk ranah penting, resmi, dan pada tataran atas.

Misal dasar negara Pancasila, semboyan integrasi nasional "Bhineka Tunggal Ika", semboyan TNI "Swabuana Paksa", "Jala Sena Stri", "Jalesveva Jayamahe", nama gedung "Bina Graha", "Graha Wiyata", "Samapta Kridha Graha". Selain itu, nama penghargaan nasional dari negara seperti "Parasamya Kertanugraha", "Pataka Parasamya Purnakarya Nugraha", "Anugerah Adipura", "Satya Purnabhakti Kencana", diserap dari kata-kata bahasa Sanskerta.

Nah bagaimana Greaters? Pastinya kamu tidak menyadari jika beberapa kosa kata yang digunakan sehari-hari merupakan resapan dari bahasa Sanskerta. Menarik bukan? Semoga bermanfaat!

Sumber gambar utama: Shutterstock

Baca juga Lakukan Pemanasan Terbaik Sebelum Melakukan Olahraga Lari