Pada dasarnya ilmu ekonomi muncul karena kenyataan-kenyataan sebagai berikut:

  1. Kebutuhan manusia tidak terbatas (Need) kebutuhan.
  2. Berbagai sumber daya (Resource) tersedia secara terbatas atau relatif terbatas.
  3. Berbagai sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan (Opportunity Cost).

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan mempergunakan sumber daya yang jumlahnya terbatas dengan catatan masing-masing sumber daya alam mempunyai beberapa alternatif penggunaan. Dengan kata lain ekonomi adalah ilmu memilih penggunaan sumber daya alam yang jumlahnya terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang jumlahnya tidak terbatas. Menurut Prof. P.A. Samuelson, seorang ahli ekonomi mengemukakan, “Ilmu Ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang-orang dan masyarakat membuat pilihan, dengan cara atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi sekarang dan di masa mendatang, kepada berbagai orang dan golongan masyarakat. Ilmu ekonomi menganalisis biaya dan keuntungan serta memperbaiki corak penggunaan sumber daya-sumber daya.”


Ilmu ekonomi dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Ilmu ekonomi mikro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku unit-unit kecil perilaku ekonomi didalam membuat keputusan unit-unit kecil ekonomi. Contoh: rumah tangga , perseorangan, perusahaan dan lainnya.

Aktivitas unit-unit ekonomi yang dikaji dalam ekonomi mikro di antaranya sebagai berikut :

  1. Mempelajari bagaimana perilaku seseorang sebagai konsumen, sebagai pemilik sumber-sumber ekonomi dan sebagai produsen.
  2. Mempelajari bagaimana arus perputaran barang dan jasa mulai dari produsen sampai pada konsumen.
  3. Mempelajari bagaimana harga-harga barang dan jasa itu dapat terbentuk.
  4. Mempelajari bagaimana produsen dalam menentukan tingkat produksi agar tercapai keuntungan yang maksimum.
  5. Mempelajari bagaimana konsumen atau rumah tangga mengalokasikan pendapatannya yang sangat terbatas untuk barang dan jasa yang dibutuhkan sehingga tercapai kepuasan maksimum.

2. Ilmu ekonomi makro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku variabel-variabel ekonomi secara agregat atau atau secara keseluruhan variabel-variabel tersebut antara lain: pendapatan nasional, jumlah uang yang beredar (JUB), kesempatan kerja, maupun tingkat harga umum.

Secara ringkas ruang lingkup yang dipelajari dalam ilmu ekonomi makro meliputi hal-hal berikut ini :

  1. Penghitungan pendapatan nasional.
  2. Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian dua sektor.
  3. Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian tiga sektor.
  4. Kebijakan fiskal dan sistem perpajakan.
  5. Uang bank, dan penciptaan uang.
  6. Kebijakan moneter dan uang yang beredar.
  7. Pasar uang dan pasar tenaga kerja.
  8. Teori inflasi.
  9. Perdagangan luar negeri, nilai valuta asing, dan neraca pembayaran.
  10. Perdagangan luar negeri dan tingkat keseimbangan pendapatan nasional.
  11. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi.

Tiga masalah utama yang dipelajari dalam ilmu ekonomi mikro:

  1. What? Artinya: Barang apa dan jasa apa yang harus dihasilkan dan masing-masing dalam jumlah berapa.
  2. How? Artinya: Bagaimana menghasilkan barang atau jasa tersebut, denga teknologi yang mana barang atau jasa tersebut dihasilkan.
  3. For whom? Artinya: Untuk siapa barang atau jasa tersebut dihasilkan atau bagaimana mendistribusikan atau memasarkan barang atau jasa tersebut.

Tiga masalah utama yang dipelajari ilmu ekonomi makro:

  1. Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan didalam seluruh kegiatan ekonomi atau kegiatan. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan berarti (Full Employment) perekonomian dalam kesempatan kerja penuh. Sebaliknya apabila masih ada sumber daya yang masih ada sumber daya belum dimanfaatkan berarti (Employment) perkonomian dalam kesempatan kerja penuh.
  2. Sejauh mana perkonomian dalam keadaan stabil khususnya dibidang moneter. Apabila nilai yang menurun secara terus menerus dala dalam jangka panjang berarti terjadi (Inflasi). Sebaliknya apabila nilai uang naik secara terus menerus berarti terjadi (Deflasi).
  3. Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan (Growth) dan dan diikuti oleh distribusi pendapatan (Income distribution) yang makin merata. Contoh: lebaran baju baru, sembako, jadi harga jadi naik.

Referensi :

Ismawanto. 2009. Buku Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas X.


Penulis : Asri Nur Lestari