Hari berlalu bersama rona kefanaan

Dari berbagai langkah yang diawali oleh bisikan kalbu

Bercerita tentang nyanyian surgawi yang beralun sampai ke sukma

Lelah jiwa ini mengajakku tuk menidurkan hari ini sejenak


Akhirnya kereta kencana bersayap membawakan sejuta asa tertutup tabir

Kian kemari mengisi kosongnya cipta

Dan kini ku berdekap pada naskah yang diskenario oleh Sang Pencipta

 

Dalam genggaman Al Aziz aku bisa hidup

Pelukan malam nan hening selalu merayuku

Tak ku hiraukan belenggu-belenggu Iblis mengikatku

Hati kecilku kini selalu mengajak tuk menghamba


Menghamba pada yang membuat diriku mulia

Teringat dikala sunyi bertiraikan gelap sedang menutupi semesta

Ar Rahman, sangatlah Pemurah memperkenankan cita dan ambisi

Seketika kalbu melangkah tuk bersuci


Para Malaikat malam siap merentangkan karpet merahnya padaku

Lalu air wudu pun berhajat tuk membersihkan semua nista di tubuhku

Tubuh yang penuh dengan noda Iblis yang tertinggal

Di dalam dekapan gulita yang menutupi lentera aku menghadap

Tuk membuat suatu kesucian akal yang sempurna

 

Kumulai Tahajudku dengan Allaahu Akbar…

Fitrahnya kalbu kini telah datang bersama rukuk dan sujudku

Kuhadapkan jiwa bersama ragaku dengan keikhlasan

Kidung pujian yang tak terhingga ku persembahkan dengan agung


Ku tak mau cepat-cepat tuk mengakhiri skenario agung ini

Karena ku mempunyai sejuta keluh

Bersama malam yang selalu memberikan selimut nan hangat

Di saat itulah tepatnya ku adukan balada perjalananku


Ya Majid…Ya Salam…

Kini tahajudMu telah datang membawa kemuliaan nan kesejahteraan

Ya Rahman…Ya Rahim…

Kini juga saatnya ku adukan segala dosa dan sesal selama ku bernapas


Dosa yang selalu hinggap dan menghantuiku

Mereka adalah iri, angkuh, ria, gibah, kikir beserta antek-anteknya

Tapi, kemurahan nan kasih sayangMu akan memberiku kekuatan

Kekuatan tuk menguburkan dosa serta menghapuskan sesal


Ya Hayyu…Ya Qoyyum…

Engkaulah yang berkuasa menuliskan elegi dalam hidupku

Serta Engkau jualah yang menggariskan senyuman dalam perjalananku

Hidupkanlah hatiku dengan kebajikan yang kekal

Jangan biarkan penyakit batin menggerogoti organ kalbuku


Ya Ghaffar…Ya Syakur…

Ajarilah hamba tuk selalu rindu akan pahala

Jangan biarkan hamba tertimbun oleh dosa di perlintasan masa ini

Ampunan dari Engkau akan membuatkan makna untukku

Makna ini akan mendidikku tuk selalu merasa kerdil di mataMu

Ajarilah hamba juga tuk selalu menuai rasa syukur di setiap detik


Ya Halim…Ya Sami…

Hamba selalu bertabur ketimpangan amal

Ketimpangan amal ini membuatku hilang arah

Ku berlindung pada kesantunan Engkau tuk menuntunku

Menuntun tuk meniti jalan ujian

Jalan yang penuh dengan ranjau-ranjau emas bersemaikan permata

 

Dalam tahajudku ini

Ku rukukkan nafsu duniaku

Ku sujudkan kesombonganku

Mengadukan kekurangan budi yang selalu menghampiri


Mengharap tuk berubah menjadi budi nan elok

Cerita gelap di pertigaan malam yang ditonton oleh Malaikat ini

Dituliskan jua dalam tinta-tinta keluhuran mereka

Semoga apa yang ku adukan ini naik sampai ke Arasy


Sumber gambar utama: Shuttershock

Baca juga Melihat Bintang