Greaters, mari sejenak kita membahas jasa-jasa pahlawan yang berkontribusi memajukan Indonesia di segala bidang. Salah satunya Bapak Teknologi yang selalu berusaha menjadikan Indonesia, negeri mandiri kini telah terbang dengan berbagai karya dan dedikasi yang diperuntukkan untuk kemajuan bangsa Indonesia yaitu B.J. Habibie. Sempat menjadi Presiden Republik Indonesia ke-3 ini kini telah terbang untuk selamanya diantarkan oleh karya-karya terbaiknya sebagai putra terbaik bangsa. Namun, bangsa Indonesia akan selalu mengenang dan mempelajari berbagai dedikasi yang telah beliau persembahkan untuk negeri ini.

“Saya tidak pernah bermimpi, yang saya lakukan adalah mengembangkan cita-cita berdasarkan wawasan yang jelas dan terus meningkatkan kemampuan saya. Tahap demi tahap, cita-cita itu terwujud.” Kalimat yang menjadi bara semangat bagi penerus bangsa untuk selalu semangat dalam mewujudkan cita-cita bangsa ini. Maka, kali ini kita akan membahas mengenai Crack Progression yang menjadi sebuah karya fenomenal bagi kemajuan industri dirgantara nasional dan dunia penerbangan secara keseluruhan.

Crack Progression menjadi sebuah karya yang disusun melalui proses penelitian yang sangat panjang. Penelitian yang dilakukan atas dasar keresahan mengenai crack pada bagian sayap peswat terbang. Pada saat mendarat dan terbang, pesawat akan memperoleh berbagai tekanan udara dari berbagai arah yang kemudian tekanan tersebut mendorong dan menghantam bagian sayap pesawat. Hal tersebut menjadi sebuah keresahan, karena dikawatirkan sayap pesawat akan patah dan membahayakan saat proses penerbangan.

Maka, melalui keresahan tersebut, B. J. Habibie hadir dengan melakukan sebuah pengamatan berdasarkan struktur bahan penyusun pesawat dan struktur atom dari bahan penyusunnya.

Habibie 02

Implementasi dari teori ini kurang lebih untuk meningkatkan kekuatan bahan konstruksi rangka pesawat dengan campuran baja dan alumunium yang lebih dominan. Temuan Habibie ini dapat meringankan Operating Empty Weight atau bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar sebanyak 10 persen. Angka ini bisa meningkat lagi sebanyak 25 persen ketika Habibie menyusupkan material komposit ke bagian pesawat.

Hasilnya kinerja pesawat jadi lebih baik dan dapat terbang jauh. Dengan teorinya ini setiap sambungan bagian pesawat jadi lebih kokoh, rangka tak gampang kelelahan dan tentunya lebih aman ketika terbang. Teori ini membantu ilmuan dalam menciptakan pesawat yang lebih aman dan mengurangi resiko kecelakaan saat proses penerbangan. Berkat temuannya tersebut, B. J. Habibie memperoleh berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri.

Teori ini pula yang kemudian membantunya untuk terbang selamanya, menghampiri keksaihnya Ibunda Ainun untuk hidup kekal di surga-Nya. Selamat jalan Eyang, dedikasimu sangat menginsipirasi dan membangkitkan semangat putra putri bangsa dalam mewujudkan kemandirian bangsa. Bangsa yang besar, yang selalu bergantung dengan kemampuannya dan berdiri diatas kakinya sendiri.

Katapengetahuan.wordpress.com

Fakhri Abdullah Rosyid-