Halo Greaters, berbicara tentang masyarakat praaksara, pasti tidak akan pernah bisa kita lepaskan dari benda-benda hasil budaya mereka. Hal ini dikarenakan hasil budaya tersebut bisa menjadi bukti dan memberikan gambaran kepada generasi masa kini bagaimana kebudayaan mereka berkembang pada masa itu. Nah, kali ini kita akan membahas corak kehidupan masyarakat praaksara dan tipologi hasil budaya praaksara. Simak baik-baik penjelasannya sebagai berikut. 

Masa Berburu dan Meramu (Food Gathering/Mengumpulkan Makanan) 

Berikut ciri dari berbagai segi pada masa berburu yaitu :

1. Kehidupan sosial

Dalam segi kehidupan sosial, masyarakat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. Masih sangat menggantungkan diri kepada alam. Sehingga mereka selalu hidup berpindah-pindah, karena:

  • Hewan buruan dan tumbuhan umbi-umbian semakin berkurang di tempat tinggal mereka.
  • Hewan buruan berpindah ke tempat sumber air yang lebih baik saat musim kemarau.
  • Menemukan alam yang menyediakan lebih banyak kebutuhan.

b.  Masih hidup mengembara. Seperti tinggal di gua dan pantai.

c.  Mencari makanan, hewan buruan dan tumbuh-tumbuhan liar di tepi sungai atau danau.

d.  Hidup dalam kelompok-kelompok kecil untuk berburu dan mengumpulkan makanan.

e. Dalam kelompok terdapat pembagian tugas kerja. Laki-laki melakukan perburuan. Sedangkan, wanita mengumpulkan bahan makanan seperti buah juga merawat anak.

f. Hubungan antar anggota sangat erat, bekerjasama memenuhi kebutuhan hidup serta mempertahankan kelompok dari mara bahaya.

g. Populasi pertumbuhan penduduk sangat kecil karena situasi yang berat dengan peralatan primitif sehingga rendah kemungkinan untuk selamat.

2. Kehidupan budaya

Sumber : Smansadehistory.blogspot.com

Dari segi kehidupan budayanya, masyarakat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Peralatan sangat sederhana. Pertama, bisa membuat rakit, lalu membuat perahu.
  • Belum mampu membuat gerabah, oleh karena itu, mereka memasak dengan cara membakar.
  • Sudah mengenal perhiasan jenis primitif, merangkai kulit-kulit kerang untuk kalung.
  • Membuat alat-alat dari batu, tulang, dan kayu untuk bertahan hidup.
  • Tinggal di gua-gua, ditemukan peninggalan alat-alat kehidupan yang dipakai masa itu, seperti, kapak perimbas, Kapak Penetak, Kapak genggam, Pahat genggam, Alat serpih, Alat-alat dari tulang, dll.

3. Teknologi

Teknologi pada zaman food gathering masih sangat rendah. Hampir seluruh alatnya masih sangat sederhana.

Masa Bercocok Tanam atau Food Producing dan Beternak

Berikut ciri dari berbagai segi pada masa ini, yaitu:

1. Kehidupan sosial

Dalam segi kehidupan sosial, masyarakat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kehidupan bercocok tanamnya berhuma, yakni menanam dengan cara membersihkan hutan lalu menanaminya. Setelah tidak subur, mereka akan pindah dan menemukan lahan subur lain, begitu seterusnya.
  • Mulai tinggal menetap di suatu tempat.
  • Akal pikiran manusianya mulai berkembang dan mengerti akan perubahan-perubahan hidup yang terjadi.
  • Jumlah anggota kelompoknya semakin besar sehingga menciptakan kelompok perkampungan, meski masih sering nomaden.
  • Populasi penduduknya meningkat.
  • Timbul kegiatan kehidupan perkampungan dan membuat peraturan.
  • Dilantiknya pemimpin yang berwibawa dan kuat untuk mengatur anggotanya.
  • Hidup bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan hidup.

2. Kehidupan budaya

Sumber : Darunnajah.com

Dari segi kehidupan budayanya, masyarakat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kebudayaannya telah berkembang pesat menjadi lebih baik.
  • Peninggalan kebudayaan pada masa bercocok tanam semakin beragam, terbuat dari tanah liat, batu ataupun tulang.
  • Hasil kebudayaan masa ini seperti, Beliung Persegi, Mata panah, Kapak Lonjong, Gerabah, Perhiasan, Bangunan Megalitikum seperti menhir, dolmen, sarkofagus, kubur batu, punden berundak, waruga dan arca.

3. Teknologi

Pada masa bercocok tanam, kebudayaan purba mengalami perkembangan yang signifikan. Terdapat revolusi peradaban besar-besaran yaitu, dari kehidupan food gathering menjadi food producing.

Dalam materi corak kehidupan masyarakat praaksara dan tipologi hasil budaya praaksara, siswa dapat mengetahui kehidupan masyarakat praaksara mulai dari masa berburu hingga masa perundagian. Setelah sebelumnya mengetahui masa berburu dan masa bercocok tanam, selanjutnya pelajari masa pertanian dan masa perundagian di bawah ini.

Masa Pertanian

Saat penemuan tanaman padi, sistem pertanian berkembang menjadi sistem persawahan dan juga mulai memelihara hewan.

1. Kehidupan sosial

Dalam segi kehidupan sosial, masyarakat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Bertani adalah mata pencahariannya.
  • Mereka sudah berladang secara gotong royong.
  • Menunggu musim panen dengan membuat anyaman dari bambu/ rotan.
  • Mendiami tempat kecil untuk menghindari serangan binatang buas.
  • Mulai membangun rumah sebagai tempat berteduh dengan cara bergotong-royong yang disertai upacara tradisional.
  • Timbulnya ikatan sosial antar sesama.
  • Tercipta struktur kepemimpinan di kampung.
  • Komunikasi menggunakan bahasa.
  • Memiliki aturan kehidupan bermasyarakat.
  • Mulai menyelenggarakan upacara besar secara sistematis.

2. Kehidupan budaya dan teknologi

Dalam segi kehidupan budaya dan teknologi, masyarakat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Sudah menetap dalam rumah berbentuk perkampungan.
  • Telah menguasai ilmu perbintangan (ilmu falak).
  • Telah menggunakan alat-alat kehidupan yang halus seperti kapak persegi, dan kapak lonjong.
  • Alat-alat yang dibuat dari batu, seperti kapak batu halus dari berbagai ukuran.
  • Kapak-kapak logam berupa perunggu budaya megalitik berupa menhir, dolmen, punden berundak, pandhusa, dll
  • Alat-alat dari tanah liat sangat berhubungan erat dengan proses kimia, yaitu proses pencampuran tanah liat, penjemuran, dan teknik-teknik pembakaran.

Masa Perundagian

Berikut ciri dari berbagai segi pada masa ini yaitu :

1. Kehidupan sosial

Dalam segi kehidupan sosial, masyarakat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Jumlah penduduk semakin bertambah.
  • Memiliki pengetahuan serta memperhitungkan gejala alam dan musim.
  • Munculnya sistem persawahan, pembagian waktu dan kerja semakin diketatkan.
  • Muncul golongan undagi, atau golongan  terampil melakukan perkerjaan seperti pembuatan rumah kayu, gerobak, atau benda logam.
  • Dari sudut sosial, kehidupan masyarakat zaman ini semakin teratur.
  • Pembagian kerja semakin komplek untuk perempuan agar tidak hanya melakukan pekerjaan rumah.

2. Kehidupan budaya

Sumber : Dgraft.com

Dalam segi kehidupan budaya, masyarakat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Bentuk benda seni dan upacara yang ditemukan mempunyai keterampilan masyarakat perundagian yang tinggi.
  • Pesatnya kemampuan menciptakan alat-alat dampak perkembangan teknologi.
  • Jenis logamnya lebih keras dari pada tembaga, karena perunggu merupakan logam campuran dari tembaga dan timah.
  • Pada zaman besi ini, manusia mulai menemukan logam jauh lebih keras lagi sehingga harus dileburkan pada titik lebur yang tinggi. Sehingga alat-alat pada zaman ini sudah lebih sempurna daripada alat sebelumnya.
  • Peralatan gerabah masih dijumpai dengan teknologi semakin maju.

3. Teknologi

Dalam segi teknologi, masyarakat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Teknologi bisa dilihat adanya pembuatan alat-alat yang digunakan dari logam diadopsi dari teknik membuat logam di daratan Cina.
  • Logam digunakan sebab penggunaan alat bercocok tanam dari logam lebih efisien dari pada batu.
  • Masyarakat telah mampu membuat peralatan teknologi sederhana dengan bahan baku logam.
  • Teknik yang dipakai adalah teknik a cire perdue.

Tipologi hasil budaya masyarakat praaksara merupakan suatu bukti bahwa bahkan pada masa lalu pun sudah terdapat suatu kebudayaan yang berkembang dengan baik walaupun belum tinggi taraf peradabannya. Dan hal ini seolah menegaskan bahwa memang kehidupan yang kita jalani saat ini merupakan hasil perkembangan tingkat lanjut dari generasi sebelumnya. Nah, semoga Greaters sekalian bisa mengambil pelajaran berharga dari materi corak kehidupan masyarakat praaksara dan tipologi hasil budaya praaksara ini, ya!

Sumber gambar artikel : Yuksinau.id
Penulis : Prokonten

Baca juga Belajar Tentang Kerajaan Besar di Indonesia Pada Masa Hindu-Budha dan Islam